Setiap hari, pasti ada beragam tugas yang perlu diselesaikan. Tugas ini tidak hanya berasal dari pekerjaan kantor, tetapi juga mencakup pekerjaan rumah tangga seperti menyiapkan bekal untuk anak, membersihkan rumah setelah pulang dari kantor, memeriksa tagihan, serta berbagai aktivitas lain yang bisa membuat Anda merasa kelelahan.
Untuk menghindari bentrokan antara berbagai kegiatan, biasanya Anda akan menyusun daftar tugas atau to do list terlebih dahulu. Namun, sayangnya, jika sistem to do list tersebut tidak terorganisir dengan baik, hal ini dapat mengurangi produktivitas Anda.
Oleh karena itu, mengacu pada informasi Merdeka.com dari BetterUp pada Kamis (20/2/2025), penting untuk mempelajari cara menyusun to do list yang dapat mempermudah hidup Anda, bukan justru membuatnya menjadi lebih rumit.
Dengan mengelompokkan tugas-tugas dalam daftar yang terstruktur, Anda dapat lebih mudah menandai tugas-tugas yang penting. Tentu saja, hal ini berdampak positif bagi karier Anda karena tidak ada pekerjaan yang terlewat dan dapat diselesaikan dengan lebih cepat.
Advertisement
Beberapa Manfaat dari Daftar Tugas (to-do list)
Apabila Anda pernah mencatat tugas yang belum selesai dan merasakan kelegaan, atau merasakan kepuasan saat mencentang aktivitas yang telah diselesaikan, maka Anda pasti sudah mengetahui manfaat luar biasa dari daftar tugas.
Namun, daftar tugas tidak hanya memberikan rasa puas, tetapi juga memberikan keuntungan lainnya. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa Anda rasakan dengan membuat daftar tugas:
1. Memahami Prioritas yang Harus Ditetapkan
Daftar tugas yang disusun dengan baik biasanya mencakup tenggat waktu yang jelas untuk mendorong penyelesaian.
Beberapa tugas mungkin memiliki batas waktu yang jelas dan tidak dapat diubah, seperti pertemuan keluarga yang dijadwalkan pada akhir pekan tertentu atau pengiriman lamaran kerja yang harus dilakukan paling lambat hari Senin.
Dengan mencatat tanggal penting dan memprioritaskan tugas yang mendesak, Anda dapat tetap berada di jalur yang tepat. Selanjutnya, Anda dapat merencanakan tugas yang tidak terlalu mendesak pada waktu yang lebih sesuai bagi Anda.
Advertisement
2. Jangan Melakukan terlalu Banyak Tugas Sekaligus
Membuat daftar tugas yang berisi 100 item tanpa pengorganisasian yang baik dapat membuat Anda merasa kewalahan. Anda mungkin tidak akan dapat menyelesaikan semua pekerjaan yang terdaftar, dan hal ini bisa menimbulkan rasa frustrasi.
Dengan merancang sistem yang memungkinkan Anda untuk menangani sejumlah item sekaligus dan menyediakan ruang untuk tugas-tugas selanjutnya, Anda akan lebih mudah menyelesaikan semuanya tepat waktu tanpa melupakan hal-hal yang perlu dilakukan.
Ketika Anda berhasil menyelesaikan setiap aktivitas yang ada dalam daftar, Anda akan merasakan kepuasan, bukan rasa bersalah atau kekecewaan.
3. Semua Tugas bisa Dikerjakan
Dengan mencatat tugas yang perlu diselesaikan, Anda dapat meminimalkan kemungkinan lupa untuk mengirim email yang diminta oleh atasan. Jika Anda menggunakan aplikasi daftar tugas digital atau kalender, Anda juga bisa mengatur pengingat otomatis, sehingga meskipun Anda lupa, daftar tugas Anda tetap akan mengingatkan.
Selain itu, ada manfaat lain dari menjaga diri Anda tetap terorganisir: mengurangi tingkat stres. Jika Anda pernah merasa tertekan oleh sesuatu yang belum selesai, Anda mungkin sudah merasakan Efek Zeigarnik.
Fenomena psikologis ini menunjukkan bahwa kita cenderung mengingat tugas yang belum selesai dengan lebih baik dibandingkan dengan yang telah diselesaikan. Dengan menggunakan to do list, Anda bisa mengurangi beban pikiran tersebut.
Advertisement
4. Mampu Meraih Target Harian
Memiliki tujuan di masa depan dapat menjadi sumber semangat dan motivasi yang kuat untuk menyelesaikan berbagai tujuan kecil yang harus Anda capai di sepanjang perjalanan. Meskipun memahami apa yang ingin Anda capai merupakan langkah awal yang penting, Anda juga perlu merancang rencana tindakan untuk mencapainya.
Menyusun daftar tugas (to do list) dapat membantu Anda memecah tujuan besar menjadi langkah-langkah yang lebih mudah dikelola. Misalnya, jika Anda bercita-cita untuk mendapatkan gelar master, Anda bisa mencantumkan kegiatan seperti meneliti program dan biaya, mengunjungi kampus, serta menyelesaikan aplikasi ke dalam daftar tugas Anda.
Ketika Anda mulai mengerjakan tugas-tugas tersebut, Anda dapat terus membaginya menjadi bagian yang lebih kecil untuk meningkatkan motivasi dan kemajuan Anda.
Persiapan untuk kegiatan yang lebih besar sebenarnya dapat dipecah menjadi beberapa tugas kecil, seperti memetakan persyaratan yang harus dipenuhi, menulis esai yang menarik perhatian, dan menyusun resume yang baik.
Dengan cara ini, Anda tidak hanya akan merasa lebih terorganisir, tetapi juga lebih siap untuk menghadapi tantangan yang ada di depan. Membuat to do list dapat mendorong Anda untuk memecah tujuan-tujuan besar menjadi tugas-tugas yang dapat ditindaklanjuti.