Advertisement
Diproduksi oleh Studio 99 dan dirilis di Netflix, film ini membawa penonton untuk melihat sisi lain dari perjalanan hidup Becks, dari Waltham Forest hingga puncak kesuksesannya. Berikut adalah 5 fakta menarik yang diungkap dalam film tersebut.
Advertisement
Film ini membuka tirai tentang kehidupan awal Beckham di Manchester United. Meskipun diakui sebagai salah satu pemain terbaik, manajer legendaris, Sir Alex Ferguson, menghadapi tantangan besar untuk menjaga pria bernama lengkap David Robert Joseph Beckham tetap fokus pada sepak bola.
Ferguson mengungkapkan, "Mendapatkan perhatian dan menjadi seorang selebriti berbeda dengan apa yang saya inginkan." Meski begitu, hubungan keduanya tetap erat, dengan Beckham menyebut Ferguson sebagai "figur ayah".
"Cara dia mendampingi saya sejak usia muda sangatlah spesial," kata Beckham. "Dia adalah salah satu orang terpenting dalam hidup saya sejak usia 12 tahun. Itu adalah sebuah keluarga dan itulah mengapa kami meraih kesuksesan seperti sekarang ini."
Advertisement
Advertisement
Kejadian dramatis di Piala Dunia 1998, di mana Beckham mendapatkan kartu merah, masih menghantui dirinya. Dalam film ini, Beckham mengaku bahwa ia masih "menyalahkan dirinya sendiri" atas kesalahan tersebut. Keputusan kontroversial itu membuatnya menjadi musuh nomor satu di mata publik, dan ia merasakan dampaknya dalam hidup sehari-hari.
"Saya membuat kesalahan bodoh dan itu mengubah hidup saya. Seluruh negeri membenci saya. Ke mana pun saya pergi, saya mendapat pelecehan setiap hari. Saya berantakan," ucap pria kelahiran 2 Mei 1975 ini. Periode sulit ini juga memengaruhi hubungannya dengan Victoria, yang pada saat itu sedang hamil.
Advertisement
Film membawa kita ke momen kurang menyenangkan di ruang ganti pada tahun 2003. Ferguson melemparkan sepatunya ke arah Beckham setelah kekalahan Manchester United dari Arsenal.
Advertisement
"Ketika Anda melihat wajah bos seperti ini, Anda tidak ingin berada di dekatnya," ungkap Beckham, merinci momen aneh yang terjadi di ruang ganti.
Advertisement
Film mencerminkan periode sulit Beckham di Real Madrid setelah kepindahannya dari Manchester United. Hubungannya dengan Ferguson memburuk, dan pemberitaan media seputar dugaan perselingkuhan membuatnya mengalami tekanan luar biasa.
Advertisement
"Ini adalah pertama kalinya saya dan Victoria mendapat tekanan seperti itu dalam pernikahan kami," ucapnya. Pada masa ini, Beckham juga mengalami tekanan tambahan di lapangan dengan mencoba beradaptasi dengan sepak bola Spanyol.
Advertisement
Sebuah fakta menarik yang terungkap dalam film ini adalah perjuangan Beckham melawan gangguan obsessive compulsive disorder (OCD). Beckham menjelaskan bahwa ia sangat menjaga kebersihan dan melakukan ritual membersihkan lilin saat keluarganya tidur.
"Saya memastikan semuanya rapi karena saya benci turun di pagi hari dan ada cangkir, piring, dan mangkuk. Ini melelahkan," ungkap Beckham. OCD, sebuah gangguan kesehatan mental, membawa tantangan tersendiri bagi pemain sepak bola ternama ini.
Advertisement
Advertisement