Di tengah momen sakral prosesi siraman dan sungkeman menjelang pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier pada 6 Mei 2025 lalu di The Ubud Village and Resort, Bali, sorotan publik tak hanya tertuju pada kecantikan Luna yang tampil anggun dalam balutan kebaya, tetapi juga pada sosok ibundanya, Desa Maya Waltaurd Maiyer. Perempuan yang hampir berusia 80 tahun ini memikat perhatian dengan ketegaran, kesederhanaan, dan semangat hidup yang tak luntur dimakan usia.
Momen haru antara Luna dan sang ibu saat sungkeman menyiratkan betapa kuatnya hubungan keduanya. Dengan penuh hormat, Luna bersimpuh di hadapan ibunda tercintanya, memohon izin dan restu untuk menikah. Air mata keduanya tumpah, tak hanya karena kebahagiaan, tetapi juga karena ikatan kasih yang begitu erat. Dalam setiap detik yang terekam kamera, terlihat betapa Desa Maya bukan sekadar ibu dari seorang selebritas ternama, tetapi juga sosok inspiratif yang hidupnya layak menjadi panutan.
Advertisement
Tetap Mandiri di Usia Senja
Meski telah mendekati usia 80 tahun, Desa Maya menolak untuk bergantung pada anak-anaknya. Dalam sebuah percakapan hangat di kanal YouTube Luna Maya, ia mengaku lebih nyaman hidup mandiri dan tetap aktif dalam berbagai urusan rumah maupun bisnis.
"Saya ini berasal dari Austria, dan di sana tidak ada ART. Semua dikerjakan sendiri: masak, bersih-bersih, bekerja,” ujar Desa.
Bahkan, Desa tidak mengetahui bahwa Luna Maya rutin mengiriminya uang bulanan. Reaksinya pun mengejutkan. “Still (masih kamu kirimkan)?” tanyanya kaget. Respons tersebut membuat warganet semakin kagum karena membuktikan bahwa Desa benar-benar menjalani hidup mandiri tanpa mengandalkan kekayaan anaknya.
Advertisement
Pebisnis Ulung yang Tak Pernah Pensiun
Usia bukanlah penghalang bagi Desa untuk terus produktif. Ia dikenal sebagai pebisnis tangguh di Bali sejak puluhan tahun lalu. Salah satu bisnis yang ditekuninya adalah jual beli tanah di berbagai daerah strategis seperti Ubud, Gianyar, dan Denpasar. Tanah-tanah ini kemudian ia bangun menjadi rumah, bungalow, homestay, hingga villa.
"Sekarang kita lagi di daerah Keramas Gianyar, Bali. Ibu lagi bangun rumah lagi. Ibu ini kerjaannya bangun-bangun rumah terus,” ungkap Luna dalam kontennya di tahun 2022.
Salah satu properti yang dikenal publik adalah bungalow Pondok Pisang milik Desa yang terletak di Karangasem, Bali. Selain itu, ia juga menjadi pengelola penginapan milik Luna Maya bernama Kosta di Berawa, Bali. Menariknya, Desa Maya tidak gegabah membangun properti. Ia lebih dahulu mempelajari tren kawasan dan menyesuaikan strategi bisnisnya agar tetap relevan dengan zaman.
Advertisement
Sosok Sederhana yang Jauh dari Gaya Hidup Hedon
Saat perayaan ulang tahunnya pada 6 Agustus 2024 lalu, Luna Maya membagikan momen penuh kasih sayang lewat unggahan Instagram. Di foto yang dibagikan, tampak Desa Maya tampil sangat sederhana dengan pakaian gelap tanpa atribut mewah. Tidak ada tas bermerek atau perhiasan mencolok. Justru kesederhanaan itu yang membuat warganet jatuh hati.
"Padahal anaknya kaya raya, cantik, dan terkenal seantero raya, tapi mamanya nggak narsis, apa adanya, nggak sombong. Masya Allah,” komentar seorang warganet.
"Hidupnya sesederhana itu, padahal orang kaya. Salut banget sama Luna Maya,” timpal yang lain.
Kesederhanaan Desa Maya justru menjadi penegasan bahwa kemewahan bukanlah soal penampilan, tapi tentang kebebasan dan kedamaian hati. Ia menikmati hasil kerja kerasnya, bukan pamer kekayaan. Dan hal itulah yang menjadi kekayaan sejatinya.
Advertisement
Menanamkan Gaya Hidup Sehat Sejak Dini
Tak hanya menjadi panutan dalam hal kemandirian dan bisnis, Desa Maya juga berperan besar dalam membentuk kebiasaan sehat putrinya. Luna Maya mengaku bahwa gaya hidup sehat yang ia jalani sekarang adalah buah dari pola asuh sang ibu.
"Saya dipaksa minum jus sayur sejak kecil. Awalnya terpaksa, lama-lama jadi kebiasaan,” ujar Luna dalam sebuah diskusi dengan Re.juve pada 15 Juni 2022.
Luna menjelaskan bahwa membangun kebiasaan hidup sehat perlu komitmen dan konsistensi. Ia menyarankan untuk memulai dengan langkah kecil, seperti minum jus selama tiga hari, lalu meningkat jadi lima dan tujuh hari. Hal serupa ia terapkan dalam olahraga. Mulai dari jalan kaki ringan, lalu perlahan-lahan meningkat ke lari kecil.
"Kalau sudah jadi kebiasaan, tubuh kita akan cari kalau ditinggalkan. Saya kalau sehari nggak berkeringat, rasanya nggak enak banget,” tambah Luna.
Dukungan dan teladan dari sang ibu menjadi fondasi kuat dalam menjalani gaya hidup yang seimbang dan penuh energi. Luna bahkan mengaku bahwa ia sanggup bekerja tujuh hari nonstop dan tetap segar karena gaya hidup sehat yang dijalaninya.
Advertisement
Sosok Inspiratif di Balik Gemerlap Nama Besar
Dalam dunia hiburan yang sering kali identik dengan kemewahan dan gaya hidup konsumtif, sosok Desa Maya hadir sebagai antitesis yang menyejukkan. Ia membuktikan bahwa menjadi tua tidak harus berarti pasif atau bergantung pada orang lain. Ia juga menunjukkan bahwa kesuksesan bisa dicapai tanpa harus kehilangan kesederhanaan.
Hubungan antara Luna dan sang ibu juga mencerminkan harmoni antara dua generasi: yang satu dikenal publik karena karisma dan prestasinya di layar kaca, sementara yang satu lagi menjadi inspirasi karena konsistensi, kerja keras, dan kesederhanaannya.
Desa Maya Waltaurd Maiyer bukan sekadar ibu dari Luna Maya. Ia adalah potret perempuan tangguh yang menjalani hidup dengan integritas tinggi: tetap bekerja, tetap mandiri, dan tetap sederhana.
Dalam usia yang hampir mencapai 80 tahun, ia terus membuktikan bahwa menjadi tua tidak berarti berhenti, melainkan babak baru untuk terus berkarya dan memberi inspirasi. Kisahnya adalah pengingat bagi kita semua bahwa hidup bisa tetap indah dan produktif, selama kita menjalaninya dengan niat, kerja keras, dan kebijaksanaan.