Kalau biasanya kuliner Indonesia dikenal dunia karena kelezatannya, kali ini kabar datang dari sisi sebaliknya. Enam hidangan berbahan dasar nasi asal Nusantara masuk daftar 100 olahan nasi dengan ulasan terburuk di dunia versi TasteAtlas, per 18 Mei 2025.
Meski tidak ada satu pun di posisi 10 besar, tetap saja, melihat kuliner yang biasa kita nikmati sehari-hari dinilai “kurang sedap” oleh lidah internasional membuat banyak orang mengangkat alis. Berikut ulasan lengkapnya:
Advertisement
1. Nasi Jagung – Peringkat 91 dari 100 (Skor: 3.1/5)
Menduduki posisi terbawah dari 6 kuliner Indonesia yang masuk daftar ini adalah nasi jagung. Hidangan ini sangat identik dengan daerah agraris di Jawa Timur, Madura, hingga sebagian Bali. Biasanya disajikan sebagai simbol ketahanan pangan, terutama pada masa sulit.
Menurut TasteAtlas, nasi jagung dinilai memiliki tekstur ringan, sedikit kenyal, dan rasa manis alami. Meski itu terdengar menarik, rupanya kombinasi tersebut belum berhasil mencuri hati para reviewer global. Skornya pun hanya mentok di angka 3,1 dari 5. Padahal, bagi banyak orang Indonesia, terutama generasi lama, nasi jagung punya nilai historis dan cita rasa nostalgia yang tinggi.
Advertisement
2. Nasi Kucing – Peringkat 74 dari 100 (Skor: 3.4/5)
Mendengar nama nasi kucing, tentu yang terbayang adalah suasana hangat angkringan malam hari, lengkap dengan wedang jahe dan obrolan ringan. Namun ternyata, nasi kucing justru dinilai kurang memuaskan secara rasa dan porsi oleh para penikmat kuliner global.
“Namanya tidak merujuk pada bahan, tapi ukurannya—kecil seperti porsi makanan kucing,” tulis TasteAtlas. Nasi kucing memang disajikan dalam porsi kecil, biasanya dibungkus daun pisang atau kertas cokelat, dan ditemani lauk sederhana seperti sambal, tempe, atau ikan teri.
Bagi orang Indonesia, ini justru bagian dari pesona nasi kucing—murah, praktis, dan sarat budaya. Tapi, mungkin karena tampilannya yang sederhana dan ukuran yang “nanggung”, kuliner khas Yogyakarta, Solo, dan Semarang ini dinilai kurang mengesankan oleh lidah internasional.
Advertisement
3. Nasi Tim Ayam – Peringkat 73 dari 100 (Skor: 3.4/5)
Di urutan berikutnya ada nasi tim ayam, favorit banyak orang Indonesia ketika mencari makanan hangat dan lembut. Dikenal luas di kalangan Tionghoa-Indonesia, nasi tim ayam terdiri dari nasi lembut berbumbu, disajikan dengan ayam kukus gurih dalam mangkuk.
Menurut TasteAtlas, meskipun banyak ditemukan di rumah tangga dan warung kaki lima, nasi tim ayam tampaknya tidak menawarkan sesuatu yang “unik” bagi penikmat kuliner mancanegara.
Bisa jadi, karena tampilannya yang minimalis dan rasanya yang lebih “comfort” daripada “punchy”, nasi tim ayam terkesan datar bagi mereka yang mencari kejutan rasa.
Advertisement
4. Nasi Goreng Nanas – Peringkat 54 dari 100 (Skor: 3.5/5)
Berikutnya ada varian nasi goreng yang cukup eksotik—nasi goreng nanas. Kombinasi antara nasi, potongan nanas, mentega, sayur, dan rempah-rempah ini umumnya disajikan dalam kulit nanas yang dilubangi. Unik dan menarik, bukan?
Namun, meski tampilannya memukau, TasteAtlas menilai bahwa rasa dari nasi goreng nanas bisa terlalu beragam, bahkan “bingung” secara profil rasa. Kombinasi rasa gurih, manis, dan sedikit asam dari nanas dinilai tidak cocok di lidah semua orang. Bagi sebagian orang Indonesia, nasi goreng nanas lebih cocok dinikmati sebagai eksperimen atau sajian restoran, bukan makanan sehari-hari.
Advertisement
5. Lemang – Peringkat 29 dari 100 (Skor: 3.6/5)
Lemang merupakan kuliner berbasis ketan yang dimasak dengan santan dan garam dalam tabung bambu, kemudian dipanggang di atas api terbuka. Hasilnya? Tekstur kenyal, rasa gurih, dan aroma khas daun pisang.
Meski bukan hanya milik Indonesia (lemang juga populer di Malaysia, Brunei, dan Thailand selatan), versi lokal dari lemang tetap masuk daftar ini dengan skor 3,6.
Bukan karena rasanya buruk, melainkan kemungkinan besar karena teksturnya yang lengket dan rasa berasapnya yang tidak familiar bagi banyak orang luar. Padahal, di Indonesia sendiri, lemang justru jadi menu wajib saat Idulfitri, Iduladha, dan acara adat.
Advertisement
6. Nasi Bogana – Peringkat 18 dari 100 (Skor: 3.7/5)
Terakhir, nasi bogana menempati posisi terbaik di antara keenam kuliner Indonesia yang masuk daftar ini. Makanan favorit RA Kartini ini terdiri dari nasi putih yang ditaburi bawang goreng, lalu ditambahkan berbagai lauk: opor ayam, sambal, dendeng, hingga telur.
Dibungkus daun pisang dan dikukus, nasi bogana biasa disajikan di acara pernikahan dan perayaan. Namun menurut TasteAtlas, meski kompleks dan kaya rasa, nasi bogana dinilai terlalu “padat” dan berat untuk mereka yang terbiasa dengan hidangan satu komponen.
Advertisement
Perspektif yang Perlu Dipahami
Meski terkesan negatif, daftar ini bukan berarti makanan-makanan tersebut benar-benar buruk. Penilaian dalam TasteAtlas berasal dari pengguna di seluruh dunia, dan tentu saja—subjektif. Lidah orang berbeda-beda, dan makanan yang “biasa” bagi satu budaya bisa jadi asing bahkan mengejutkan bagi budaya lain.
Seperti disampaikan banyak warganet di media sosial, justru masuknya kuliner Indonesia dalam daftar ini menunjukkan bahwa hidangan kita makin dikenal secara global, bahkan jika tak selalu mendapat ulasan positif.
Advertisement
Rasa Tak Selalu Soal Skor
Alih-alih malu, kita patut bangga bahwa kuliner seperti nasi kucing atau nasi jagung jadi bahan perbincangan internasional. Bisa jadi, karena keunikan itulah makanan-makanan ini tetap dicintai masyarakat Indonesia—meskipun di mata dunia, ulasannya belum memuaskan.
Ingat, tidak semua yang sederhana itu buruk. Kadang, justru kesederhanaanlah yang bikin rindu. Jadi, tetaplah menikmati nasi kucing di angkringan favorit, atau lemang hangat saat Lebaran. Karena pada akhirnya, selera terbaik selalu kembali ke rumah.