Menjadi orang tua yang bekerja bukanlah hal yang mudah. Dengan jadwal yang padat, rapat yang tak ada habisnya, dan daftar pekerjaan rumah yang terus bertambah, sering kali orang tua merasa waktu mereka bersama anak sangat terbatas. Namun, membangun ikatan yang kuat dengan anak tidak selalu bergantung pada kuantitas waktu yang dihabiskan bersama, melainkan pada kualitas kebersamaan yang ada.
Dengan bantuan wawasan dari para ahli, dilansir dari Parents, berikut adalah 10 cara praktis bagi orang tua bekerja untuk menjalin kedekatan dengan anak-anak mereka, serta strategi untuk melepaskan rasa bersalah yang tidak perlu.
Advertisement
Tantangan Menyeimbangkan Pekerjaan dan Keluarga
Menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan keluarga menjadi tantangan besar bagi banyak orang tua. Sering kali, mereka merasa waktu yang dihabiskan bersama anak tidak cukup, terutama ketika anak memiliki berbagai aktivitas seperti les, olahraga, atau kegiatan ekstrakurikuler lainnya.
"Keluhan terbesar yang sering saya dengar adalah satu anak sedang mengikuti latihan olahraga, sementara yang lain berada di bimbingan belajar, sehingga keluarga jarang berada di rumah pada waktu yang sama," ujar Amber Diamond-Green, MA, LCMHC, NCC, seorang terapis kesehatan mental sekaligus Direktur Kesehatan Klinis di Mathews Counseling, Carolina Utara. Namun, keterbatasan waktu bukan berarti tidak ada cara untuk tetap membangun kedekatan dengan anak.
Advertisement
10 Cara Praktis Menjalin Kedekatan dengan Anak bagi Orang Tua Bekerja
Advertisement
1. Manfaatkan Waktu di Perjalanan untuk Berbicara dari Hati ke Hati
Waktu perjalanan—baik jauh maupun dekat—dapat menjadi kesempatan emas untuk terhubung dengan anak-anak. Jika Anda mengantar atau menjemput mereka dari sekolah, latihan olahraga, atau kegiatan lainnya, gunakan momen ini untuk mengobrol secara bermakna.
“Bukan hanya sekedar 10 atau 20 menit perjalanan pulang, tetapi bagaimana Anda benar-benar terhubung,” kata Diamond-Green. Alih-alih hanya menanyakan bagaimana hari mereka, dia menyarankan untuk mengajukan pertanyaan terbuka seperti:
- Apa bagian favoritmu hari ini?
- Kamu bermain dengan siapa di sekolah? Apa yang kalian mainkan bersama?
- Apa yang paling kamu nantikan akhir pekan ini?
- Apa bagian tersulit dari harimu hari ini?
Meskipun hanya sebentar, percakapan semacam ini menciptakan rasa kedekatan dengan memungkinkan Anda memahami pengalaman dan perasaan anak dengan lebih baik.
Advertisement
2. Jadikan Makan Keluarga sebagai Prioritas, Meski Hanya 1-2 Kali Seminggu
Mengumpulkan seluruh keluarga di meja makan mungkin tidak selalu mudah, tetapi menargetkan sekali atau dua kali seminggu saja sudah bisa memberikan dampak yang signifikan.
“Makan malam bisa menjadi momen yang sangat istimewa untuk terhubung dengan anak-anak,” kata Diamond-Green. Ini adalah kesempatan untuk berbagi cerita tentang hari Anda masing-masing dan memiliki percakapan yang bermakna—terutama jika Anda menjauhi layar dan gawai.
Jika tidak bisa pulang tepat waktu untuk makan malam, cobalah bangunkan keluarga sedikit lebih awal untuk sarapan bersama dan berbagi hal-hal yang dinantikan masing-masing untuk hari itu.
Advertisement
3. Lakukan Aktivitas Keluarga yang Menyenangkan Bersama
“Kedekatan tidak harus selalu melalui percakapan,” jelas Diamond-Green. “Itu juga bisa tercipta dalam waktu yang dihabiskan bersama.” Aktivitas sederhana seperti bermain board game, menonton film, atau berjalan-jalan bersama keluarga dapat menjadi cara yang efektif untuk membangun keintiman emosional dengan anak. Aktivitas semacam ini tidak hanya menyenangkan tetapi juga memberikan kesempatan bagi seluruh anggota keluarga untuk merasa terhubung dan dihargai.
Misalnya, saat bermain board game, anak-anak belajar bekerja sama, menyelesaikan konflik, dan berbagi kebahagiaan dalam kemenangan kecil yang diraih bersama. Begitu pula, menonton film keluarga tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga membuka peluang diskusi tentang nilai-nilai atau pesan moral dalam cerita yang ditonton. Melalui kegiatan ini, orang tua dapat menyisipkan nasihat atau pembelajaran dengan cara yang lebih santai dan tidak terkesan memaksa.
Selain itu, berjalan-jalan bersama keluarga di taman atau lingkungan sekitar dapat memberikan ruang bagi percakapan alami tanpa tekanan. Aktivitas ini memungkinkan anggota keluarga untuk berbicara sambil menikmati udara segar, yang sering kali membantu mengurangi stres dan membuka jalur komunikasi yang lebih baik. Meskipun waktu yang dihabiskan bersama mungkin tidak lama, pengalaman-pengalaman seperti ini menciptakan kenangan indah yang akan dikenang anak-anak sepanjang hidup mereka.
Advertisement
4. Jadikan Rutinitas Sebelum Tidur Lebih Bermakna
Bagi banyak orang tua, rutinitas tidur seringkali terasa seperti sekadar rutinitas belaka: menyikat gigi, mengenakan piyama, dan tidur.
Sebaliknya, Diamond-Green menyarankan untuk memanfaatkan momen-momen kecil sebelum tidur. Berikut beberapa cara untuk terhubung dengan anak-anak di menit-menit terakhir sebelum tidur:
- Bicarakan bagian favorit mereka hari ini dan apa yang mereka nantikan besok.
- Bahas tantangan yang mereka hadapi, seperti hal-hal yang membuat mereka sedih, takut, marah, atau frustrasi.
- Tanyakan tiga hal yang mereka syukuri hari ini.
- Bicarakan tentang mimpi indah dan apa yang mereka harapkan untuk mimpikan malam ini.
“Bahkan momen-momen kecil itu bisa sangat istimewa dan membantu anak-anak merasa bahwa mereka bisa datang kepada kita dan merasa terhubung,” tambah Diamond-Green.
Advertisement
5. Tetapkan Waktu Khusus untuk Keluarga Setiap Minggu
Entah itu jalan-jalan Kamis malam, menonton film Sabtu malam, atau brunch Minggu pagi, menetapkan “hari keluarga” setiap minggu yang bebas dari komitmen lain sangatlah membantu. Aktivitas-aktivitas ini menjadi cara untuk menciptakan tradisi keluarga yang tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga memberikan momen istimewa yang dinantikan oleh setiap anggota keluarga. Dengan adanya hari yang dikhususkan untuk kebersamaan, setiap anggota keluarga dapat meluangkan waktu tanpa khawatir terhalang oleh aktivitas lain, seperti pekerjaan atau tugas sekolah.
Menetapkan “hari keluarga” juga memberi kesempatan untuk lebih memahami dinamika dalam keluarga. Misalnya, saat menonton film bersama, orang tua dapat melihat apa yang disukai anak-anak mereka dan menggunakan momen tersebut sebagai bahan diskusi ringan yang memperkuat komunikasi. Sementara itu, brunch Minggu pagi dapat menjadi waktu untuk berbagi cerita tentang pengalaman seminggu terakhir atau sekadar berbicara santai tentang rencana ke depan. Dengan cara ini, setiap anggota keluarga merasa didengar dan dihargai, menciptakan rasa keterikatan yang mendalam.
Meskipun hanya beberapa jam, waktu keluarga yang ditetapkan ini adalah cara yang sangat efektif untuk benar-benar terhubung tanpa tekanan dari jadwal yang padat atau prioritas lain yang menarik perhatian. Kegiatan yang dilakukan tidak perlu mewah atau rumit, asalkan ada komitmen untuk memberikan perhatian penuh kepada satu sama lain. Bahkan, kesederhanaan dari momen-momen ini justru sering kali menjadi yang paling berkesan, karena yang terpenting adalah niat untuk hadir secara utuh dan memberikan ruang bagi hubungan keluarga untuk tumbuh lebih kuat.
Advertisement
6. Terapkan Konsep ‘Slow Parenting’ Jika Diperlukan
Selain jadwal kerja yang padat, kegiatan sekolah, dan ekstrakurikuler anak juga bisa menambah kesibukan. Tidak masalah untuk mengambil jeda ketika semuanya terasa terlalu berat, dan di sinilah konsep slow parenting bisa membantu.
Slow parenting adalah pendekatan yang mendorong orang tua untuk berhenti sejenak dari kebutuhan konstan untuk merencanakan kegiatan dan ekstrakurikuler untuk anak—terutama jika Anda dan anak sama-sama merasa kelelahan ketika akhir pekan tiba.
Diamond-Green menyarankan untuk bertanya kepada anak, “Aktivitas apa yang paling penting bagimu saat ini?” Dialog terbuka tentang jadwal mereka dan kesediaan untuk mengurangi kegiatan yang berlebihan memungkinkan fokus beralih ke waktu keluarga yang berkualitas.
Advertisement
7. Berikan Perhatian Penuh dalam Momen yang Ada
Seperti yang diketahui semua orang tua, waktu antara menjemput anak dari sekolah dan tidur bisa sangat sibuk. Namun, jika memungkinkan, cobalah meluangkan sedikit waktu (bahkan hanya beberapa menit) untuk benar-benar hadir bersama anak, bebas dari gangguan.
Misalnya, jauhkan ponsel, duduk sejajar dengan mereka, lakukan kontak mata, dan benar-benar dengarkan apa yang mereka katakan tanpa menyela atau melakukan multitasking. Anda bisa menanyakan tentang permainan baru yang mereka sukai, hal lucu yang terjadi hari itu, atau perasaan mereka saat itu.
“Ini tentang melepaskan diri dari dunia luar, media sosial, dan hal-hal semacam itu, dan benar-benar memberikan perhatian penuh kepada anak-anak,” kata Diamond-Green. “Ini sangat berarti, meski hanya 20 menit. Ini tentang kualitas keterlibatan Anda.”
Advertisement
8. Hindari Menerima Panggilan Kerja Saat Baru Pulang ke Rumah
Terkadang, gestur terkecil pun bisa memberikan dampak besar! Mengakhiri panggilan telepon sebelum masuk ke rumah menunjukkan kepada anak-anak bahwa mereka mendapatkan perhatian penuh Anda dan menegaskan bahwa waktu keluarga adalah prioritas.
“Bahkan jika Anda harus duduk di mobil selama 15 menit lagi setelah sampai di rumah, lakukan itu daripada masuk ke rumah tanpa memberikan perhatian penuh kepada keluarga,” kata Diamond-Green.
Tentu saja, ada kalanya hal ini tidak mungkin dilakukan, dan itu tidak masalah! Kuncinya adalah memastikan anak-anak tahu bahwa ketika Anda di rumah, mereka adalah fokus perhatian Anda—meski butuh waktu sejenak untuk melepaskan diri dari ponsel.
Advertisement
8. Jalan-Jalan Bersama di Luar Ruangan
Berjalan-jalan di luar ruangan adalah cara yang luar biasa untuk mempererat hubungan dengan anak sekaligus mengurangi stres—dan manfaatnya telah terbukti secara ilmiah. Sebuah tinjauan penelitian yang diterbitkan dalam Science Advances menemukan bahwa kontak dengan alam tidak hanya membantu menurunkan tekanan mental, tetapi juga meningkatkan kebahagiaan serta perasaan positif secara keseluruhan.
Aktivitas ini tidak memerlukan biaya mahal atau perencanaan yang rumit, namun dampaknya terhadap kesehatan mental dan ikatan keluarga bisa sangat besar. Jika cuaca memungkinkan, berjalan-jalanlah bersama anak-anak setelah makan malam. Momen ini dapat menjadi waktu yang santai untuk berbicara tentang apa yang mereka alami sepanjang hari tanpa gangguan dari ponsel atau layar digital.
Anda juga bisa menjadikan kegiatan ini sebagai kebiasaan pagi sebelum sekolah, yang memberikan energi positif sekaligus menciptakan suasana hati yang baik untuk memulai hari. Selain itu, udara segar dan lingkungan alami dapat memengaruhi suasana hati anak-anak, membantu mereka merasa lebih rileks dan terbuka dalam berbagi cerita atau kekhawatiran mereka.
Berjalan-jalan di luar juga memberikan kesempatan untuk mengajari anak-anak tentang keindahan alam dan pentingnya menjaga lingkungan. Anda bisa menjadikan momen ini lebih bermakna dengan mengamati tumbuhan, hewan, atau fenomena alam di sekitar.
Kegiatan sederhana ini tidak hanya memperkuat hubungan Anda dengan anak-anak, tetapi juga mengajarkan mereka nilai-nilai kehidupan, seperti rasa syukur, ketenangan, dan perhatian terhadap sekitar. Dengan begitu, jalan-jalan bersama bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga cara untuk menciptakan pengalaman berharga yang akan mereka kenang sepanjang hidup.
Advertisement
9. Jadwalkan Waktu Khusus untuk Setiap Anak
Jika Anda memiliki lebih dari satu anak, meluangkan waktu khusus untuk masing-masing adalah salah satu cara paling efektif untuk membangun hubungan yang lebih dekat dan personal. Dalam keluarga dengan beberapa anak, perhatian orang tua sering kali terbagi sehingga setiap anak mungkin merasa kurang mendapat perhatian yang cukup.
Dengan menyediakan waktu khusus, Anda memberikan pesan bahwa mereka penting dan berharga dalam hidup Anda. Ini bisa berupa momen sederhana seperti berbicara dari hati ke hati di kamar mereka, pergi ke taman bersama, atau bahkan hanya duduk berdua menikmati makanan favorit mereka.
Menetapkan waktu khusus setiap bulan untuk masing-masing anak bisa menjadi rutinitas yang sangat berarti. Tidak harus seharian penuh, bahkan 30 menit yang didedikasikan sepenuhnya kepada satu anak bisa memberikan dampak yang luar biasa. Saat Anda bersama mereka, pastikan untuk benar-benar hadir secara emosional—jauhkan ponsel dan fokuslah sepenuhnya pada momen tersebut.
Dengarkan cerita mereka, ajukan pertanyaan tentang kehidupan mereka, dan biarkan mereka merasa bahwa pendapat, perasaan, dan pengalaman mereka dihargai. Hal ini tidak hanya membantu mempererat hubungan, tetapi juga membangun kepercayaan yang lebih dalam antara Anda dan anak.
Selain mempererat hubungan, waktu khusus ini juga memberikan peluang untuk memahami kebutuhan unik setiap anak. Setiap anak memiliki kepribadian, minat, dan cara berkomunikasi yang berbeda. Dengan meluangkan waktu secara individual, Anda dapat lebih peka terhadap apa yang membuat mereka bahagia, apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana Anda bisa mendukung mereka secara lebih baik.
Aktivitas ini juga mengajarkan mereka tentang pentingnya perhatian dan cinta dalam hubungan keluarga, yang akan mereka hargai hingga dewasa nanti. Waktu khusus ini tidak hanya memperkuat ikatan antara orang tua dan anak, tetapi juga menciptakan kenangan berharga yang akan selalu mereka ingat.
Advertisement
10. Melepaskan Rasa Bersalah sebagai Orang Tua yang Bekerja
Sebagai orang tua bekerja, sulit untuk menghindari rasa bersalah karena tidak bisa menghabiskan banyak waktu dengan anak-anak—dan itu sangat wajar. Namun, ingatlah: Anda melakukan yang terbaik untuk mendukung keluarga, dan itu bukanlah hal yang perlu disesali.
Bukan tentang berapa banyak waktu yang bisa Anda habiskan bersama anak-anak, tetapi bagaimana Anda menggunakan waktu itu yang benar-benar membuat perbedaan. “Anak-anak membutuhkan kualitas waktu kita, bukan selalu kuantitasnya,” kata Diamond-Green.
Pada akhirnya, yang dibutuhkan anak-anak adalah upaya Anda untuk menciptakan momen-momen bermakna—entah itu menyesuaikan rutinitas tidur, berjalan-jalan bersama, atau sekadar meletakkan ponsel saat pulang kerja. Memberikan kehadiran dan perhatian dalam momen-momen penting adalah yang memberikan anak-anak perhatian dan kasih sayang yang mereka butuhkan—meski Anda tidak bisa bersama mereka seharian.