Wakil putra mahkota Arab Saudi sebut Trump 'sahabat sejati Muslim'
Merdeka.com - Wakil putra mahkota Arab Saudi memuji habis-habisan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, bahkan menyebutnya sebagai 'sahabat baik umat Muslim'. Tak hanya itu, sang pangeran juga meyakini larangan imigrasi sang presiden yang kontroversial bukan ditujukan untuk Islam.
Dilansir independent, Rabu (15/3), penasihat senior Pangeran Mohammad bin Salman menyebut pertemuan itu sebagai 'titik balik bersejarah' hubungan AS dan Saudi. Kedekatan dua sekutu ini sempat terhambat setelah pemerintah Barack Obama akibat melakukan perjanjian nuklir dengan Iran.
Dalam pernyataan resminya itu, menyebut pertemuan dengan Trump memberikan hasil di mana semua berjalan di jalur yang benar, dan menandai pergeseran yang signifikan di bidang politik, keamanan dan ekonomi.
"Semua ini berkat pemahaman Presiden Trump atas pentingnya hubungan antara kedua negara dan pandangannya terhadap masalah di kawasan," tulis pernyataan itu.
"Arab Saudi tidak percaya bahwa (larangan imigrasi) menargetkan negara Muslim atau agama Islam. Langkah ini merupakan keputusan berdaulat yang bertujuan untuk mencegah teroris memasuki Amerika Serikat."
Pangeran Mohammad melanjutkan Trump terlihat sangat menghormati agama Islam. Serta memandangnya sebagai salah satu agama ilahi dengan prinsip kemanusiaan yang besar namun dirusak oleh kelompok-kelompok radikal.

Selama ini Arab Saudi dituduh mendanai ekstremisme Islam dengan Wahabisme fundamentalis dengan mendanai masjid asing serta sekolah-sekolah demi menyebarkan ideologi tersebut. Tindakan itu memicu kritik dari badan intelijen Jerman dalam sebuah laporan terbaru. Trump dikritik karena mencoret Kerajaan tersebut dari enam negara mayoritas Muslim, termasuk larangan imigrasi terbaru yang diterbitkannya.
Pangeran Mohammad, yang juga Menteri Pertahanan Saudi, mengatakan kepada presiden di mana dinas intelijen mendapatkan informasi rencana serangan teror terhadap AS.
"Pangeran merasa puas dengan sikap positif dan klarifikasi yang ia dengar dari Presiden Trump tentang sikapnya soal Islam. Presiden Trump memiliki niat belum pernah terjadi sebelumnya dan serius untuk bekerja dengan dunia Muslim dan untuk mencapai kepentingannya dan Pangeran Mohammed menganggapnya sebagai sahabat sejati Muslim," kata juru bicara pangeran Mohammad.
Pertemuan antara keduanya berlangsung di Ruang Oval, ditemani Wakil Presiden Mike Pence, penasihat senior Jared Kushner, kepala staf Reince Priebus dan strategist Steve Bannon. Terpisah, Menlu AS Rex Tillerson menerima Menlu Saudi Adel bin Ahmed Al-Jubeir dan membicarakan soal hubungan ekonomi, memerangi ekstremisme dan perang di Suriah, Yaman, Libia dan Irak.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya