Turki dan Israel saling usir duta besar karena pembantaian warga Palestina

Rabu, 16 Mei 2018 17:31 Reporter : Pandasurya Wijaya
Presiden Recep Tayyip Erdogan. ©2017 Bloomberg

Merdeka.com - Turki dan Israel saling mengusir duta besar masing-masing lantaran berselisih dalam peristiwa pembantaian lebih dari 60 warga Palestina di perbatasan Jalur Gaza sejak tiga hari lalu.

Massa Palestina di Gaza berunjuk rasa memperingati 70 tahun Hari Nakba (Bencana) di perbatasan Jalur Gaza sekaligus memprotes pemindahan kedutaan Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Kementerian Luar Negeri Turki memerintahkan Duta Besar Israel Eitan Naeh meninggalkan negara itu untuk jangka waktu yang belum ditentukan. Sebagai balasan Isral juga memerintahkan konsul Turki di Yerusalem Husnu Gurcan Turkoglu, kembali ke negaranya untuk berkonsultasi.

Laman Haaretz melaporkan, Rabu (16/5), duta besar Turki di Tel Aviv dan Washington juga sudah diminta pulang oleh negaranya.

Sebagai balasan karena Israel mengusir dubes Turki, pemerintahan Turki juga memanggil konsul jenderal Israel di Istanbul Yossi Levi Safri dan meminta dia meninggalkan negara itu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kemarin dalam cuitan di Twitter mengatakan, "Netanyahu adalah perdana menteri dari negara apartheid. Dia bertanggung jawab atas kematian warga Palestina dan tidak bisa mencuci tangannya dengan menyerang Turki," kata Erdogan.

Erdogan juga menyebut Israel sudah menjajah tanah dari orang-orang Palestina yang tak berdaya dengan melanggar resolusi PBB. Erdogan bahkan menyarankan Netanyahu belajar lagi Sepuluh Perintah Tuhan jika dia ingin paham soal kemanusiaan.

Sebagai balasan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengecam Erdogan dengan mengatakan, "Pria yang mengerahkan ribuan tentara Turki untuk menjajah Siprus utara dan menyerang Suriah tidak pantas menceramahi Israel yang sedang membela diri dari serangan Hamas." [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini