Presiden Amerika Serikat Donald Trump hari ini mengusulkan nama seorang agen Dinas Rahasia pasukan pengamanan presiden (Secret Service) yang pernah melindunginya saat insiden percobaan pembunuhan pada kampanye Juli lalu di Pennsylvania. Pada peristiwa itu Trump ditembak hingga telinganya berdarah.
Sean Curran, kepala Secret Service, saat itu menjadi salah satu agen yang bertugas melindungi Trump bersama sejumlah agen lain.
Media AS menyebut dia adalah sosok pria berkacamata gelap yang berada di sebelah kanan Trump ketika dia dikawal meninggalkan panggung acara dengan darah bercucuran dari telinganya.
"Sean adalah seorang patriot hebat, yang telah melindungi keluarga saya selama beberapa tahun terakhir, dan itulah sebabnya saya mempercayainya untuk memimpin Dinas Rahasia Amerika Serikat," tulis Trump di situs webnya, Truth Social, seperti dilansir South China Morning Post, Kamis (23/1).
Trump mengatakan karier Curran selama 23 tahun di Dinas Rahasia dimulai saat ia menjadi agen khusus di kantor lapangan Newark dan membawanya naik jabatan menjadi kepala Divisi Perlindungan Presiden pada masa jabatan pertama Partai Republik.
“Ia membuktikan keberaniannya yang tak kenal takut saat mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk membantu menyelamatkan nyawa saya dari peluru pembunuh di Butler, Pennsylvania,” kata Trump.
“Saya memiliki keyakinan penuh dan total pada Sean untuk membuat Dinas Rahasia Amerika Serikat lebih kuat dari sebelumnya.”
Penunjukan ini sudah diduga sebelumnya. Putra presiden Donald Trump Jr sejak pekan lalu mengumumkan “patriot hebat” itu akan mendapatkan jabatan tersebut.
Direktur Dinas Rahasia Kimberly Cheatle mengundurkan diri menyusul peristiwa penembakan Trump itu dan dia digantikan oleh pejabat sementara Ronald Rowe.
Advertisement