Pada hari Senin, 3 Februari 2025, Donald Trump mengungkapkan keinginannya untuk mencapai kesepakatan dengan Ukraina. Kesepakatan ini bertujuan untuk memperoleh akses terhadap logam tanah jarang yang dimiliki Ukraina sebagai syarat untuk melanjutkan dukungan Amerika Serikat (AS) terhadap perang melawan Rusia. Dalam pernyataannya kepada wartawan di Ruang Oval, yang dikutip dari AP pada Selasa, 4 Februari, Trump menekankan bahwa AS telah memberikan lebih banyak bantuan militer dan ekonomi kepada Ukraina dibandingkan negara-negara Eropa lainnya.
Trump menyatakan, "Kami sedang berusaha mencapai kesepakatan dengan Ukraina, di mana mereka akan mengamankan apa yang kami berikan kepada mereka dengan akses ke logam tanah jarang yang mereka miliki dan hal-hal lainnya." Ia juga menambahkan bahwa ia telah menerima informasi dari pemerintah Ukraina yang menunjukkan kesediaan mereka untuk bernegosiasi, memberikan AS akses ke elemen-elemen penting untuk mendukung ekonomi berbasis teknologi tinggi. "Saya ingin memastikan keamanan logam tanah jarang," ungkap Trump. "Kami telah menginvestasikan ratusan miliar dolar. Mereka memiliki logam tanah jarang yang luar biasa. Saya ingin memastikan keamanan logam tanah jarang dan mereka bersedia melakukannya."
Trump, yang sebelumnya menyatakan keinginannya untuk segera mengakhiri perang Rusia-Ukraina, mengindikasikan bahwa pembicaraan untuk menghentikan konflik tersebut sedang berlangsung. "Kami telah membuat banyak kemajuan terkait Rusia dan Ukraina," kata Trump. "Kita lihat saja apa yang akan terjadi. Kami akan menghentikan perang yang tidak masuk akal ini."
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menegaskan kepada AP pada hari Sabtu bahwa setiap upaya negosiasi antara Amerika Serikat dan Rusia yang tidak melibatkan Ukraina adalah sesuatu yang tidak dapat diterima. "Mereka mungkin memiliki hubungan mereka sendiri, namun berbicara tentang Ukraina tanpa kami --- itu berbahaya bagi semua pihak," ungkap Zelenskyy dengan tegas. Ia juga menyebutkan bahwa timnya telah berkomunikasi dengan pemerintahan Trump, tetapi pembicaraan tersebut masih berada di "tingkat umum". Menurutnya, ia yakin bahwa pertemuan langsung akan segera terjadi untuk merumuskan kesepakatan yang lebih konkret. "Kami perlu lebih banyak berusaha dalam hal ini," kata Zelenskyy.