Amerika Serikat (AS) belum memutuskan apakah akan bergabung dengan Israel dalam perang melawan Iran. Namun sejumlah penolakan muncul di dalam negeri, menentang AS ikut perang melawan Iran bersama Israel.
Salah satu yang menentang adalah mantan penasihat Presiden AS Donald Trump dan pendukung gerakan MAGA (Make America Great Again), Steve Bannon.
Bannon mengecam Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang mendesak AS agar bergabung untuk melawan Iran.
"Kamu pikir kamu siapa beraninya menceramahi rakyat Amerika?" cetus Bannon dalam podcast War Room, mengacu ke Netanyahu, dikutip dari TRT World, Minggu (21/6).
"Kamu siapa menceramahi rakyat Amerika? Rakyat Amerika tidak akan menoleransinya. Tidak akan mendukung hal itu," tegasnya.
Bannon juga memperingatkan, Trump akan mengkhianati janjinya untuk mengutamakan AS atau "America First" yang membuatnya kembali menang sebagai presiden. Jika Trump terlibat perang di Timur Tengah, Bannon mengatakan Trump bisa kehilangan jabatannya.
Dia juga menuding Netanyahu menggagalkan negosiasi terkait perjanjian nuklir Iran demi memenuhi ambisi dan agendanya untuk "mengubah rezim dan menghancurkan rezim" di Iran.
Bannon juga menyebut Netanyahu menyebarkan propaganda jika Iran tidak diperangi, maka Iran bisa saja menyerang New York.
"Itu hanya propaganda, propaganda, propaganda, dan Lindsey Graham, Lindsey Graham, Lindsey Graham," kata Bannon, menyebut senator dari South Carolina pro perang dan pendukung Israel.
Sebelum Israel melancarkan agresinya, Bannon mengatakan ia mendesak Netanyahu untuk "membaca situasi" dan memikirkan kembali ancamannya.
"Ini akan menyeret kita ke dalam perang regional," kata Bannon.
"Kita baru saja keluar dari perang selama 20 tahun... tetapi... jika mereka melakukannya sendiri, hubungan Amerika dengan Israel akan berakhir. Itu benar-benar berakhir."