Terkesima Lihat Bocah 7 Tahun Baca Buku Psikologi di Kereta, Profesor Ini Beri Ucapan Mengejutkan

Bocah ini bukan sekadar membaca buku, tapi topik yang dibacanya dianggap jauh melampaui kelompok usianya.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Terkesima Lihat Bocah 7 Tahun Baca Buku Psikologi di Kereta, Profesor Ini Beri Ucapan Mengejutkan
Terkesima Lihat Bocah 7 Tahun Baca Buku Psikologi di Kereta, Profesor Ini Beri Ucapan Mengejutkan (Merdeka.com)

Bocah ini bukan sekadar membaca buku, tapi topik yang dibacanya dianggap jauh melampaui kelompok usianya.

Seorang profesor di China terkesima melihat seorang bocah tujuh tahun asyik membaca buku di dalam kereta yang padat penumpang. Bocah ini bukan sekadar membaca buku, tapi topik yang dibacanya dianggap jauh melampaui kelompok usianya.


Setelah melihat bocah laki-laki tersebut, profesor dari Universitas Peking itu mengundangnya ke kampus.

Dikutip dari South China Morning Post, Rabu (10/7), bocah itu terlihat duduk di lantai kereta, asyik membaca buku berjudul Murphy's Law, buku terkenal yang memaparkan prinsip-prinsip psikologi dan sosiologi.

Zhao Baisheng, seorang profesor dan pembimbing doktoral di Institut Sastra Dunia Fakultas Bahasa Asing Universitas Peking terkesima dengan konsentrasi bocah itu saat membaca dan apa yang dibacanya, Zhao pun memulai percakapan.

"Kamu kelas berapa, anak muda?" tanya Zhao.

"Dia akan segera naik dari kelas satu ke kelas dua," jawab ibu bocah tersebut, yang berdiri di dekatnya.

"Hebat. Saya perlu belajar dari kamu," balas Zhao.

Zhao membahas soal pendidikan dengan ibu bocah yang tidak disebutkan namanya itu dan kemudian mengundang mereka berkunjung ke Universitas Peking.


“Anak kecil itu sangat senang mendengar bahwa mentor saya adalah seorang profesor Universitas Peking,” kenang seorang mahasiswa yang sedang bersama profesor Zhao pada saat itu, dan berbagi cerita di Douyin.

Sayangnya, keluarga anak laki-laki tersebut hanya berada di Beijing untuk kunjungan singkat dari kampung halaman mereka di Provinsi Hebei, China utara, dan tidak sempat berkunjung ke kampus ternama tersebut.

“Saya berharap anak saya bisa bertemu profesor melalui usahanya sendiri,” kata ibu yang mendorong putranya untuk giat belajar agar bisa diterima kuliah di Universitas Peking.

Cerita ini viral di media sosial.

Setelah video tersebut diunggah di Douyin, beberapa media melaporkan seorang profesor Universitas Peking "merekrut seorang siswa" di subway, yang kemudian menuai kontroversi.

Pada 3 Juli, Zhao mengklarifikasi ke Hongxing News, tidak ada "rekrutmen", menegaskan dia hanya terinspirasi oleh bocah tersebut dan ingin menyemangatinya.

Rekomendasi