Sempat Ketiduran di Perjalanan, Pria Ini Pecahkan Rekor Dunia Kunjungi 7 Keajaiban Dunia dalam Waktu 6 Hari

Sempat Ketiduran di Jalan, Pria Ini Pecahkan Rekor Dunia Kunjungi Tujuh Keajaiban Dunia dalam Waktu 6 Hari

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Sempat Ketiduran di Perjalanan, Pria Ini Pecahkan Rekor Dunia Kunjungi 7 Keajaiban Dunia dalam Waktu 6 Hari
Sempat Ketiduran di Perjalanan, Pria Ini Pecahkan Rekor Dunia Kunjungi 7 Keajaiban Dunia dalam Waktu 6 Hari (Merdeka.com)

Dia memulai perjalannya dari Tembok China.

Magda Eissa, pria Mesir 45 tahun, memecahkan rekor dunia dengan mengunjungi lokasi Tujuh Keajaiban Dunia dalam waktu 6 hari 11 jam dan 52 menit. Dia mengelahkan rekor yang dibuat pria Inggris sebelumnya Jamie McDonald dengan selisih 4,5 jam.


Magdy memulai perjalanannya dari Tembok China kemudian ke Taj Mahal India, Petra di Yordania, Collosseum di Roma, Patung Yesus Sang Penebus di Brasil, Machu Picchu di Peru, dan terkahir kota kuno Maya di Chichen Itza Meksiko.

Untuk memecahkan rekor ini Magdy hanya dibolehkan menggunakan kendaraan umum.


Merencanakan rute tercepat untuk memecahkan rekor dunia adalah tantangan berat yang membutuhkan waktu 1,5 tahun.

"Saya harus berselancar di website untuk menemukan rute penerbangan, kereta, bus, kereta bawah tanah, dan jalur pejalan kaki antar stasiun transportasi dan lokasi Keajaiban Dunia," ujar Magdy, seperti dilansir the TImes of India.

Dok. Istimewa
© guinessworldrecords

"Sedikit saja ada kesalahan bisa menggagalkan keseluruhan rute dan membuat saya harus pulang," kata dia.

Di setiap rute perjalanan Magdy harus meriset kapan waktu-waktu untuk transit, menentukan pilihan 

Dok. Istimewa
© guinness

kendaraan umum yang terbaik, menghitung waktu antrean imigrasi, waktu menginap, dan transportasi ke tujuan selanjutnya.

Terkadang masa-masa sulit dia alami juga. Seperti ketika dia harus menjalani penerbangan lintas benua dari Eropa ke Rio de Janeiro. Ketika hendak menuju Machu Picchu, Magdy juga mengalami tantangan berat sampai menghabiskan waktu seharian berpindah dari satu kendaraan umum ke kendaraan umum lainnya dan juga berjalan kaki cukup jauh.

Dok. Istimewa
© guinness

Meski Magdy tidak mengalami hambatan besar dari jadwalnya, dia sempat beberapa kali hampir gagal. Dia sempat ketiduran dan ketinggalan bus yang akan membawanya ke Petra sehingga dia harus mencari bus lain dan itu cukup sulit karena kendaraan ke lokasi semua diatur oleh agen wisata swasta.

Tak hanya itu, dia hampir ketinggalan pesawat dari Peru ke Meksiko, tapi petugas maskapai akhirnya mau membuka kembali loket check in setelah dia menjelaskan misinya untuk memecahkan rekor dunia.

Ironisnya masalah terbesar yang dia hadapi adalah setelah dia memecahkan rekor dunia. Magdy harus menanti selama dua hari penuh untuk pulang ke Kairo karena ada pembatalan penerbangan.

Pengalaman tak terduga yang dia alami selama di perjalanan adalah melihat hewan alpacas di Peru dan tak sengaja bertemu teman lama yang sudah bertahun-tahun tidak bersua.

"Bisa bertemu, meski singkat, dengan orang yang dikenal di tengah upaya memecahkan rekor dunia adalah momen yang amat berharga," kata Magdy.


Berhasil memenuhi impian masa kecilnya mengunjungi Tujuh Keajaiban Dunia dan memecahkan rekor dunia membuat Magdy merasakan pencapaian yang luar biasa.

"Selain kepuasan tersendiri, tantangan ini juga membuat saya bisa melupakan sejenak tekanan hidup sehari-hari. Situasi yang serba harus membuat keputusan cepat untuk misi rekor dunia menjadi jalan keluar dari kebosanan.

Orang-orang harus mencoba pengalaman ini dan pergi berwisata. Ini bisa memperkaya hidup kita. Membuka pikiran, memperluas pandangan dan membuat kita mengenal budaya baru, pandangan, dan cara hidup orang lain."

Rekomendasi