Singapura dan Negara Ini Berpeluang Jadi Lokasi Kedua Pertemuan Trump & Kim Jong-un

Sabtu, 12 Januari 2019 14:17 Reporter : Merdeka
Singapura dan Negara Ini Berpeluang Jadi Lokasi Kedua Pertemuan Trump & Kim Jong-un Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura. AP Photo/Evan Vucc

Merdeka.com - Media Korea Selatan kemarin mengabarkan, selain Singapura, Vietnam tengah dipertimbangkan menjadi tempat pertemuan puncak kedua antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

"(Tempat-tempat yang harus Anda perhatikan) adalah yang disebutkan oleh media termasuk Vietnam, Singapura dan Hawaii," kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korea Selatan kepada Korea Herald, yang tidak ingin diketahui identitasnya, seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat (11/1).

"Tapi Hawaii dikatakan sebagai lokasi yang tidak realistis karena tidak memiliki kedutaan Korea Utara di sana," kata laporan itu mengutip pejabat lain.

Meskipun pemerintah Korea Selatan berharap desa gencatan senjata Panmunjom --terletak di Zona Larangan Militer antara Korea Utara dan Selatan-- akan menjadi tuan rumah KTT kedua, namun itu tidak mungkin, demikian ujar salah satu pejabat kepada Herald Korea.

"Kami ingin mengadakan pertemuan di Panmunjom, tetapi kemungkinan ini menjadi kenyataan tampaknya tipis," salah satu pejabat mengatakan kepada The Korea Herald.

Para pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan mengadakan pertemuan di desa gencatan senjata pada April 2018.

Sementara itu, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada Kamis 10 Januari 2019 mengatakan, pertemuan puncak Amerika Serikat-Korea Utara kedua akan berlangsung "segera".

Sementara itu, dilaporkan awal pekan ini pejabat Kementerian Luar Negeri AS baru-baru ini bertemu beberapa kali dengan rekan-rekan Korea Utara mereka di Hanoi untuk membahas perencanaan KTT kedua antara kedua negara. Hal itu memicu spekulasi ibu kota Vietnam itu bisa menjadi tuan rumah acara tersebut.

Trump kemudian mengatakan kepada wartawan, kedua negara "menegosiasikan lokasi" untuk pertemuan puncak kedua, dan ini akan diumumkan "mungkin dalam waktu yang tidak lama lagi".

Selama pertemuan puncak bersejarah pertama mereka Juni 2018, Kim Jong-un menegaskan kembali "komitmennya yang teguh dan tak tergoyahkan untuk menyelesaikan denuklirisasi Semenanjung Korea", yang dinyatakan dalam dokumen bersama yang ditandatangani oleh dia dan Presiden AS Donald Trump.

Trump pada gilirannya berkomitmen untuk memberikan jaminan keamanan kepada Korea Utara. Namun, dokumen itu tidak merinci jaminan apa itu.

Menjelang KTT di Singapura 2018, seorang pejabat kepresidenan Korea Selatan mengatakan kepada wartawan bahwa pilihan Singapura sebagai tempat pertemuan adalah sebagian karena berada dalam waktu penerbangan dan jarak yang wajar dari Pyongyang.

Jet pribadi Ilyushin-62M milik Kim memiliki jangkauan maksimum 10.000 km --menempatkan Singapura, Hanoi, dan Hawaii semuanya dalam jangkauan.

Namun pesawat kargo Ilyushin-76 tambahannya tidak dapat terbang lebih dari 3.000 km tanpa mengisi bahan bakar jika membawa muatan penuh.

Reporter: Rizki Akbar Hasan

Sumber: Liputan6.com [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini