Kerugian langsung akibat gempa dahsyat di Kolombia ditaksir mencapai 30 triliun peso, setara sekitar US$ 7,5 miliar atau Rp 133 triliun (kurs Rp 17.859 per dolar AS). Pernyataan itu disampaikan Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella dalam pidato resminya kepada publik, dilansir dari Antara pada Selasa (18/8/2026).
Untuk mengoordinasikan pemulihan, pemerintah menyiapkan pembentukan Dana Milagro (Milagro Fund) sebagai payung kerja bersama lintas sektor.
Kerusakan terparah secara relatif tercatat di Departemen Choco, yang akan menjadi fokus utama penanganan pemerintah.
Advertisement
Perincian Kerugian Akibat Gempa
De la Espriella menjelaskan, estimasi kerugian disusun menggunakan pemodelan oleh sebuah perusahaan swasta dan mencakup sejumlah wilayah yang terdampak langsung.
"Pemodelan yang dilakukan sebuah perusahaan swasta menunjukkan bahwa kerugian fisik langsung di wilayah Choco, Valle del Cauca, Risaralda, Quindio, dan Caldas diperkirakan mencapai sekitar 30 triliun peso. Angka tersebut mencakup 24,5 triliun peso kerusakan bangunan dan 5,5 triliun peso kerusakan infrastruktur," kata de la Espriella dikutip dari Antara, Selasa (18/8/2026).
Presiden menegaskan bahwa nilai tersebut masih bersifat sementara dan akan disesuaikan seiring berlanjutnya proses survei di daerah terdampak.
Advertisement
Dana Milagro, Belajar dari Forec 1999
Pemerintah akan membentuk Dana Milagro untuk menjalankan rencana pemulihan terpadu, mengoordinasikan program lintas lembaga agar penanganan berjalan serentak dan terukur.
Dalam pembentukannya, de la Espriella berencana mengadopsi pengalaman dari Dana Forec (Forec Fund) yang sukses dibentuk pascagempa dahsyat di kawasan Sabuk Kopi pada 1999.
Proses pemulihan akan melibatkan perusahaan konstruksi, sektor keuangan, industri asuransi, serta para gubernur dan wali kota di wilayah terdampak.
Advertisement
Dorongan untuk Industri dan Bantuan bagi Warga
Presiden Kolombia mengimbau industri konstruksi untuk berpartisipasi aktif memperbaiki hunian warga terdampak.
Ia juga meminta perbankan menurunkan suku bunga agar keluarga yang terkena dampak dapat membangun kembali atau membeli rumah baru.
Bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal, pemerintah menjanjikan subsidi sewa rumah, pemotongan tagihan listrik dan air, serta program pembangunan hunian baru dan perbaikan rumah yang rusak.