Jejak Kehidupan Manusia yang Hidup 86.000 Tahun Lalu Ditemukan di Gua Turki, Ada Banyak Perkakas Batu

Para arkeolog menemukan jejak kehidupan manusia berusia 86.000 tahun di Gua İnkaya Çanakkale, Turki.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Jejak Kehidupan Manusia yang Hidup 86.000 Tahun Lalu Ditemukan di Gua Turki, Ada Banyak Perkakas Batu
Para arkeolog menemukan jejak kehidupan manusia berusia 86.000 tahun di Gua İnkaya Çanakkale, Turki. (merdeka.com)

Para arkeolog menemukan jejak kehidupan manusia berusia 86.000 tahun di Gua İnkaya Çanakkale, Turki.


Gua ini ditemukan selama proses survei Provinsi Mugla dan Çanakkale pada tahun 2016. 

Penggalian dilakukan di bawah arahan Ismail Özer, dosen Departemen Paleoantropologi Universitas Ankara bersama timnya yang terdiri dari 20 orang.

Sumber: Ancient Pages

Kaya Sumber Daya

Hasil penggalian mengungkapkan, manusia dari Zaman Paleolitikum Pertengahan tinggal di wilayah tersebut selama periode yang panjang karena ketersediaan bahan baku flint atau batu api dan sumber daya air.

Dok. Istimewa
merdeka.com

Di lapisan-lapisan gua tersebut, tim juga menemukan sejumlah perkakas purba, dari batu api (flint) yang digunakan oleh orang-orang zaman Paleolitikum untuk berbagai tujuan.

Foto: Hurriyet Daily News

"Bukti era Paleolitikum di Çanakkale sebelumnya terbatas. Melalui penelitian kami, menjadi jelas bahwa Çanakkale sebenarnya merupakan salah satu provinsi yang sangat kaya di Turki dalam hal periode Paleolitikum," jelas Ismail Özer, dalam sebuah pernyataan pers.

Sumber: Ancient Pages

 Kegiatan penggalian sebenarnya telah banyak dilakukan di Turki, khususnya pada area terbuka. Namun, ekskavasi pada gua jumlahnya masih sangat terbatas.


Kebanyakan aktivitas penggalian hanya terpusat di wilayah selatan seperti di Gua İnkaya yang berlanjut ke Anatolia Barat.

"Pekerjaan kami di daerah ini telah membawa kami ke Periode Paleolitikum Pertengahan, dengan perkiraan waktu antara 250.000 hingga sekitar 50.000 tahun yang lalu. Temuan kami menunjukkan bahwa orang tinggal di sini dengan intens selama periode ini."

Ismail Özer.

Sumber: Ancient Pages

 "Temuan di lereng timur gua memberikan informasi yang lebih tepat bagi para peneliti dalam hal ekskavasi, membawa mereka kembali ke 86.000 tahun yang lalu."

Ismail Özer.Ismail Özer.Ismail Özer.

Saat ini, tim belum menemukan sisa-sisa organik seperti kerangka manusia, tulang hewan, atau residu tanaman yang merupakan sisa-sisa makanan manusia. Penggalian saat ini hanya mengungkapkan artefak dari batu flint. 


Gua İnkaya pada dasarnya terbentuk dari formasi batu flint, Özer menyatakan alasan paling utama manusia zaman dulu memilih tempat ini hanya karena tempat ini menyediakan alat-alat penunjang kebutuhan sehari-hari sebagai bahan mentah. 

Perkakas dari batu flint umumnya digunakan untuk menggali tanah atau menguliti hewan. Hal ini dapat diketahui dari hasil analisis pada mikroskopis batu-batu tersebut. 


"Alat bergigi yang kami temukan dalam penggalian mungkin digunakan untuk tujuan yang mirip dengan gergaji modern saat ini. Adapun alat-alat dengan pegangan, mungkin dimasukkan ke dalam cabang pohon atau mungkin ke tulang atau tanduk menggunakan getah, setelah mengencerkan bagian pegangan alat," jelas peneliti.

Penggalian di situs Gua İnkaya sangat penting karena gua inkaya merupakan gua pertama dan satu-satunya yang diketahui di Anatolia Barat. 


Hal ini memberikan titik terang pengetahuan terhadap jalur migrasi manusia antara Anatolia dan Balkan selama periode Paleolitikum. Tahun ini, ekskavasi pada gua İnkaya diberikan status dukungan oleh Turkish Historical Society.
Rekomendasi