Sebuah tragedi mengerikan menimpa keluarga Lawson di Amerika Serikat, di mana beberapa anggota keluarga ditemukan tewas.
Pelaku dari kejahatan ini adalah seorang ayah yang membunuh istri dan enam anaknya dengan cara menembak mereka, sementara motif di balik tindakan ini masih menjadi misteri yang belum terpecahkan hingga saat ini.
Charles "Charlie" Lawson, seorang petani, menikahi Fannie Manring pada tahun 1911. Mereka menetap di Germanton, North Carolina, dan dikaruniai delapan anak.
Namun, salah satu anak mereka, William, yang lahir pada tahun 1914, meninggal dunia pada tahun 1920 akibat sakit.
Beberapa hari menjelang Natal, Charles membawa keluarganya ke kota untuk berfoto bersama, yang menjadi aneh karena ia membelikan pakaian baru untuk sesi foto tersebut, meskipun latar belakang mereka adalah keluarga petani kelas pekerja.
Pada tanggal 25 Desember, Charlie yang berusia 43 tahun melakukan pembunuhan terhadap istrinya, Fannie yang berumur 37 tahun, dan anak-anak mereka: Marie (17), Carrie (12), Maybell (7), James (4), Raymond (2), dan Mary Lou yang baru berusia empat bulan.
Hanya satu anak yang selamat, yaitu Arthur (16), putra sulung mereka yang pada saat itu disuruh pergi untuk menjalankan tugas, seperti yang dilaporkan oleh Mirror pada Minggu, 21 Desember 2025.
Pada pagi sebelum tragedi tersebut, beberapa anak dilaporkan melakukan aktivitas seperti biasa. Marie sedang memanggang kue Natal, sementara Carrie dan Maybell bersiap untuk pergi ke rumah kerabat.
Awalnya, mereka tidak curiga terhadap perilaku ayah mereka, yang ternyata sedang menunggu waktu yang tepat di dekat gudang tembakau. Ketika mereka terlihat, ia langsung menembak mereka dan juga memukul mereka dengan senapan 12-gauge yang digunakannya.
Advertisement
Detik-detik terjadinya pembunuhan satu keluarga
Setelah menyelesaikan urusannya dengan kedua anak, Charlie kembali ke rumahnya. Di teras, ia melihat istrinya, Fannie.
Tanpa ragu, ia melepaskan tembakan dari senapan yang dibawanya, mengenai Fannie dan membuat Marie berteriak ketakutan.
Tragisnya, setelah itu, ia langsung membunuh anak-anaknya yang lain. Ketakutan menyelimuti James dan Raymond, kedua anak laki-lakinya, yang berusaha bersembunyi.
Namun, ayah mereka berhasil menemukan mereka dan tidak segan-segan untuk menembak mereka. Korban terakhir yang ia bunuh adalah Mary Lou, yang dipukul hingga tewas.
Setelah menyelesaikan tindakan kejamnya, Charlie melarikan diri ke hutan dekat rumahnya. Beberapa jam kemudian, ia mengakhiri hidupnya dengan menembak dirinya sendiri.
Laporan yang beredar menyebutkan bahwa sebagian besar jenazah anggota keluarganya ditemukan dalam posisi rapi, dengan tangan disilangkan dan bantal di bawah kepala mereka.
Namun, jenazah Carrie dan Maybell ditemukan di dekat gudang, dengan batu sebagai alas kepala mereka.
Sementara itu, jenazah Charlie ditemukan di hutan, bersama surat-surat yang ditulis untuk orang tuanya, yang menunjukkan betapa dalamnya penderitaan yang ia rasakan.
Advertisement
Tuduhan terkait pelecehan dan masalah dalam keluarga
Tragedi yang menyisakan luka mendalam bagi Arthur diungkap dalam buku White Christmas, Bloody Christmas, yang diterbitkan pada tahun 1990.
Buku ini mengangkat isu bahwa Charlie diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap putri sulungnya, Marie, hingga menyebabkan kehamilan akibat tindakan ayahnya sendiri.
Seorang teman dekat Marie, Ella May, dilaporkan muncul dan menyatakan bahwa Marie telah mengungkapkan kehamilan tersebut beberapa minggu sebelum perayaan Natal, dan ibunya juga telah mengetahuinya.
Selain itu, ada saksi lain yang memberikan berbagai dugaan mengenai pelaku, yaitu Hill Hampton, seorang tetangga dan teman dekat keluarga Lawson, yang mengetahui bahwa keluarga tersebut menghadapi masalah serius, namun enggan menjelaskan detailnya.
Dengan demikian, motif di balik pembunuhan keluarga ini tetap menjadi misteri dan menciptakan sejarah kelam di tengah perayaan Natal yang seharusnya dipenuhi dengan kehangatan dan keharmonisan keluarga.