Polisi Taipei mengungkapkan bahwa hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa serangan yang terjadi di Stasiun Taipei dan kawasan Stasiun Zhongshan dilakukan oleh seorang pelaku yang bertindak sendiri. Pernyataan ini disampaikan oleh aparat pada Sabtu (20/12) setelah melakukan penggeledahan di rumah tersangka dan memeriksa orang tuanya.
Serangan yang melibatkan penggunaan bom asap dan senjata tajam tersebut berlangsung pada malam hari Jumat (19/12), yang mengakibatkan tiga orang tewas dan sebelas lainnya mengalami luka-luka, di mana dua di antara korban masih dirawat di unit perawatan intensif. Pelaku, yang berusaha melarikan diri dari kejaran polisi, tewas setelah melompat dari gedung, sebagaimana dikutip dari laman CNA pada Minggu (21/12).
Tersangka telah diidentifikasi sebagai Chang Wen (27), seorang pengangguran dengan catatan kriminal sebelumnya dan surat perintah penangkapan yang belum dilaksanakan. Polisi melakukan penggeledahan di tempat tinggal Chang yang terletak di Taipei dan Taoyuan, serta hotel tempat ia menginap, dan ditemukan sejumlah bom molotov serta bahan peledak asap.
"Berdasarkan verifikasi berkelanjutan sejak kemarin, kami tidak menemukan indikasi adanya kaki tangan," ungkap Direktur Jenderal Badan Kepolisian Nasional Taiwan, Chang Jung-hsin, kepada wartawan.
Ia juga menambahkan bahwa penyelidikan saat ini masih terfokus pada motif di balik tindakan pelaku tersebut.
Presiden Taiwan, Lai Ching-te, mengungkapkan bahwa pemerintah akan memperkuat kehadiran polisi dan mengerahkan unit respons cepat di ruang publik serta kawasan yang padat demi menjaga keamanan dan stabilitas sosial. Saat mengunjungi korban di rumah sakit,/; Lai juga memberikan instruksi untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap latar belakang dan motif tersangka, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain. Perdana Menteri Cho Jung-tai menyebut serangan ini sebagai "tindakan yang disengaja."
Polisi pun merilis kronologi yang menunjukkan bahwa aksi pelaku telah direncanakan sebelumnya. Menurut laporan kepolisian, pada hari Jumat sekitar pukul 15.00 waktu setempat, Chang terlebih dahulu membakar sepeda motor dan sebuah mobil di Jalan Chang'an Timur, Taipei. Dua jam setelahnya, ia membakar unit apartemen sewaannya sebelum menuju Stasiun Utama Taipei.
Advertisement
Pelaku Bawa Troli Lipat Berisi Bom Asap
Dengan mengenakan masker gas, topi hitam, kacamata pelindung, dan rompi antipeluru, Chang menarik troli lipat yang berisi bom asap menuju lorong bawah tanah dekat Pintu Keluar M7 Stasiun Utama Taipei.
Di lokasi tersebut, ia melemparkan bom asap dan menyerang Yu (57), seorang pria yang berusaha menghentikannya. Akibat luka tusuk yang diderita, korban meninggal dunia. Setelah itu, pelaku kembali ke hotel tempat ia menginap dua hari sebelumnya untuk mengambil pisau dan bom asap tambahan.
Dari sana, ia bergerak menuju kawasan Stasiun Zhongshan dan memasuki pusat perbelanjaan Eslite, di mana ia melukai beberapa orang sebelum akhirnya tewas setelah melompat dari gedung saat hendak ditangkap.
Polisi mengungkapkan bahwa Chang sebelumnya bekerja sebagai petugas keamanan dan dipecat dari militer dua tahun lalu karena masalah yang berkaitan dengan alkohol. Selain itu, ia juga diketahui telah lama terputus dari hubungan dengan keluarganya.
Pasca-serangan ini, pihak berwenang memperketat pengamanan di seluruh Taiwan. Wali Kota Taipei, Chiang Wan-an, menyatakan bahwa langkah-langkah pengamanan akan ditingkatkan menjelang perayaan Malam Tahun Baru dan acara besar lainnya.
Ini termasuk penambahan personel dari pemerintah pusat, pengerahan kendaraan anti-huru-hara, anjing polisi, serta pengawasan ketat di distrik perbelanjaan dan area yang banyak dikunjungi orang.
Kejahatan kekerasan tergolong jarang terjadi di Taiwan, namun insiden ini mengingatkan kembali pada serangan pisau yang terjadi di metro Taipei pada tahun 2014, yang menewaskan empat orang.
Peristiwa tersebut mengguncang pulau yang dikenal relatif aman ini dan menciptakan rasa was-was di kalangan masyarakat. Dengan adanya kejadian terbaru ini, banyak warga yang mulai merasa khawatir akan keselamatan diri mereka, terutama di tempat-tempat umum yang biasanya ramai.