Iran Tolak Seruan KTT Arab–Islam untuk Mengakui Israel, Solusi Dua Negara Tidak Akan Selesaikan Masalah Palestina

Sejumlah negara Arab dan Islam sebelumnya berkumpul di Doha, Qatar untuk mengambil sikan setelah serangan Israel ke kota itu.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Iran Tolak Seruan KTT Arab–Islam untuk Mengakui Israel, Solusi Dua Negara Tidak Akan Selesaikan Masalah Palestina
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (merdeka.com)

Iran menegaskan kembali sikap historisnya bahwa “solusi dua negara” tidak dapat menyelesaikan pendudukan Palestina yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan menyerukan “pembentukan satu negara demokratis.”

Dilansir the Cradle, Rabu (16/9), Teheran, pada 16 September, merilis “pengamatan dan reservasi”-nya terkait pernyataan akhir dari KTT luar biasa Arab–Islam yang digelar di Doha sehari sebelumnya, dengan menolak “solusi dua negara” serta menutup kemungkinan pengakuan terhadap Negara Israel.

“Iran menegaskan bahwa apa yang disebut sebagai solusi dua negara tidak akan menyelesaikan persoalan Palestina,” bunyi pernyataan itu, seraya menambahkan bahwa “satu-satunya solusi yang nyata dan berkelanjutan adalah pembentukan sebuah negara demokratis tunggal, yang didirikan melalui referendum dengan partisipasi seluruh rakyat Palestina, baik di dalam maupun di luar wilayah pendudukan, yang mewakili seluruh bangsa Palestina.”

PM Spanyol Desak Israel Tidak Diikutsertakan dalam Ajang Olahraga Internasional
Data Kantor Media Pemerintah Gaza, sejak 11 Agustus 2025 militer Israel telah menghancurkan 1.600 menara dan bangunan hunian, serta sekitar 13.000 tenda. (Omar AL-QATTAA/AFP) © 2025 Liputan6.com

“Berdasarkan hal ini, kami melepaskan diri dari segala referensi terhadap konsep tersebut dan gagasan serupa (termasuk Al-Quds Timur, perbatasan 1967, dan lain-lain) yang terkandung dalam komunike.

Adapun pengakuan terhadap rezim Israel, Iran menegaskan kembali bahwa bergabung dalam konsensus komunike ini sama sekali tidak boleh, baik secara eksplisit maupun implisit, ditafsirkan sebagai bentuk pengakuan terhadap rezim Israel,” tambah pernyataan itu.

Teheran juga menekankan bahwa “kebijakan dan tindakan AS, pada praktiknya, telah melanggengkan dan mendukung tindakan agresi rezim Israel terhadap rakyat Palestina,” seraya menambahkan bahwa Washington “tidak dapat dianggap sebagai pihak yang kredibel atau netral dalam mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan dalam konflik ini.”

Negara-negara Arab dan Islam berkumpul di Ibu Kota Doha, Qatar pada hari Senin untuk membahas serangan mematikan Israel di Doha pekan lalu, yang menargetkan para pemimpin Hamas yang tengah berkumpul untuk meninjau proposal gencatan senjata AS bagi Gaza.

Dalam pernyataan akhirnya, para peserta KTT menyerukan “kepada semua negara untuk mengambil semua langkah hukum dan efektif guna mencegah Israel melanjutkan tindakannya terhadap rakyat Palestina.”

Mereka juga menambahkan bahwa semua negara harus meninjau kembali “hubungan diplomatik dan ekonomi” dengan Israel.

Pernyataan tersebut menyambut baik “implementasi solusi dua negara dan pembentukan Negara Palestina merdeka” berdasarkan “garis 4 Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.”

Pernyataan itu juga memuji “Konferensi Solusi Dua Negara, yang dipimpin bersama oleh Kerajaan Arab Saudi dan Republik Prancis, yang akan diadakan pada 22 September 2025 di New York.”

Rekomendasi