Korban gempa bumi yang terluka dirawat di rumah sakit di Jalalabad, Afghanistan, Senin (01/09/2025). (AFP/ Aimal Zahir)
Jumlah korban gempa bumi di Provinsi Kunar dan Nangarhar, Afghanistan timur, terus bertambah. Kementerian Dalam Negeri Afghanistan melaporkan hingga Senin (01/09/2025), sedikitnya 622 orang meninggal dunia dan 1.555 lainnya mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
Gempa berkekuatan 6,0 magnitudo mengguncang wilayah timur Afghanistan pada Sabtu (31/8) pukul 23.47 waktu setempat. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat episentrum berada sekitar 27 kilometer di bawah permukaan dengan kedalaman delapan kilometer.
Afghanistan dikenal sebagai salah satu negara rawan gempa, terutama di kawasan pegunungan Hindu Kush yang menjadi pertemuan lempeng tektonik Eurasia dan India. Tahun lalu, serangkaian gempa kuat melanda Provinsi Herat, menewaskan lebih dari 1.500 orang dan enghancurkan lebih dari 63.000 rumah.
Warga Afghanistan mendonorkan darah di Rumah Sakit Regional Nangarhar di Nangarhar, Afghanistan, Senin (01/09/2025). AP
Korban gempa bumi yang terluka dirawat di rumah sakit di Jalalabad, Afghanistan, Senin (01/09/2025). AFP/ Aimal Zahir
Korban gempa bumi yang terluka dirawat di rumah sakit di Jalalabad, Afghanistan, Senin (01/09/2025). AFP/ Aimal Zahir
Korban gempa bumi yang terluka dirawat di rumah sakit di Jalalabad, Afghanistan, Senin (01/09/2025). AFP/ Aimal Zahir
Korban gempa bumi yang terluka dirawat di rumah sakit di Jalalabad, Afghanistan, Senin (01/09/2025). AFP/ Aimal Zahir
Korban gempa bumi yang terluka dirawat di rumah sakit di Jalalabad, Afghanistan, Senin (01/09/2025). AFP/ Aimal Zahir
Warga Afghanistan mendonorkan darah di Rumah Sakit Regional Nangarhar di Nangarhar, Afghanistan, Senin (01/09/2025). AP
Warga Afghanistan mendonorkan darah di Rumah Sakit Regional Nangarhar di Nangarhar, Afghanistan, Senin (01/09/2025). AP