Bayi-bayi yang kekurangan gizi, saat menunggu perawatan di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, Kamis (24/07/2025). (AFP)
Di lorong sempit Rumah Sakit Nasser, Khan Yunis, seorang ibu muda bernama Yasmine (22) memeluk erat putrinya, Teen, yang baru berusia dua bulan. Tubuh mungil bayi itu tampak ringkih, tulangnya menonjol karena kekurangan gizi parah. Ia tidak menangis, hanya menatap kosong, seperti menyerah pada dunia yang terlalu kejam baginya.
Kisah Yasmine dan Teen bukanlah pengecualian, melainkan potret nyata dari krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Jalur Gaza. Pada Rabu (24/7/2025), lebih dari 100 organisasi bantuan dan kelompok hak asasi manusia mengeluarkan peringatan bersama: "kelaparan massal sedang melanda Gaza:
Di tanah yang setiap sudutnya dihantui derita, anak-anak tak hanya kehilangan masa kecil karena perang atau wabah penyakit. Di sana, mereka meninggal karena sesuatu yang paling kuno dan paling brutal: kelaparan.
Bayi-bayi yang kekurangan gizi, saat menunggu perawatan di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, Kamis (24/07/2025). AFP
Bayi-bayi yang kekurangan gizi, saat menunggu perawatan di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, Kamis (24/07/2025). AFP
Bayi-bayi yang kekurangan gizi, saat menunggu perawatan di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, Kamis (24/07/2025). AFP
Bayi-bayi yang kekurangan gizi, saat menunggu perawatan di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, Kamis (24/07/2025). AFP
Bayi-bayi yang kekurangan gizi, saat menunggu perawatan di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, Kamis (24/07/2025). AFP
Bayi-bayi yang kekurangan gizi, saat menunggu perawatan di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, Kamis (24/07/2025). AFP
Bayi-bayi yang kekurangan gizi, saat menunggu perawatan di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, Kamis (24/07/2025). AFP