Staf PBB di Gaza Pingsan Akibat Kelaparan Akut, Bantuan Tak Masuk Gara-gara Israel

Bukan cuma warga Gaza, staf PBB di sana juga pingsan akibat kelaparan parah.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Staf PBB di Gaza Pingsan Akibat Kelaparan Akut, Bantuan Tak Masuk Gara-gara Israel
Anak-anak Palestina menunggu makanan di dapur amal di daerah Mawasi, Khan Yunis, Jalur Gaza Selatan, Selasa (22/07/2025). AFP (afp)

Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan kondisi warga Palestina jatuh pingsan akibat kelaparan parah. Anak-anak serta mereka yang berkebutuhan khusus sekarat akibat malnutrisi berat. Bahkan termasuk staf PBB itu sendiri. 

"Orang-orang Gaza, termasuk staf UNRWA, jatuh pingsan karena kelaparan ekstrem dan rasa lapar yang sangat parah. Anak-anak dan orang dewasa meninggal akibat malnutrisi berat. Mereka sengaja dibiarkan kelaparan," ujar badan tersebut melalui X dikutip Antara, Rabu (23/7).

Sejauh ini, ribuan truk masih menunggu izin masuk ke Gaza karena dilarang oleh pihak berwenang Israel sejak Maret. 

"Pengepungan harus diakhiri sekarang agar bantuan kemanusiaan penyelamat jiwa dapat masuk," kata UNRWA.

Sebelumnya pada Selasa, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa jumlah yang meninggal akibat kelaparan akut dan malnutrisi sejak Oktober 2023 telah bertambah menjadi 101, termasuk 80 anak-anak, setelah kematian 15 warga Palestina yang terdiri dari empat anak-anak dalam 24 jam sebelumnya.

Pada Minggu, Kantor Media Pemerintah di Gaza memperingatkan bahwa wilayah tersebut berada di ambang "kematian massal" setelah lebih dari 140 hari berturut-turut perbatasan ditutup.

Sejak 2 Maret, Israel telah menunda pelaksanaan gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan dengan Hamas serta menutup perlintasan perbatasan Gaza, sehingga truk-truk bantuan kemanusiaan terlantar di sepanjang perbatasan.

Rekomendasi