Analisis data baru oleh kantor berita Sanad telah mengungkapkan bahwa 78 persen wilayah Jalur Gaza sekarang diklasifikasikan sebagai “zona bahaya.”
Peningkatan tajam di zona bahaya terjadi setelah gelombang perintah evakuasi oleh tentara Israel sejak genosida berlanjut pada 18 Maret 2025.
Analisis ini meninjau setiap peringatan evakuasi yang dikeluarkan oleh Israel antara 18 Maret dan 29 Juni. Para peneliti memetakan peringatan tersebut berdasarkan nomor blok yang digunakan dalam dokumen militer. Blok-blok ini cocok dengan divisi pada peta operasional tentara Israel yang pertama kali dikeluarkan pada 7 Oktober 2023.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa sekitar 282,8 kilometer persegi wilayah Gaza sekarang ditandai dengan warna merah yang menunjukkan tanda bahaya ekstrem. Wilayah tersebut sebelumnya seluas 364,8 kilometer persegi. Hal ini berarti hampir dua juta warga Palestina yang mengungsi terjepit di kurang dari 25 persen wilayah yang sudah padat penduduk.
Advertisement
Segala sesuatu yang bergerak
Dilansir Quds News Network, Senin (30/6), dalam beberapa pekan terakhir perintah evakuasi di Gaza mencapai titik tertingginya. Israel memulai pembersihan penuh warga sipil dari Gaza utara dan Rafah di selatan. Mereka juga meluncurkan operasi baru yang disebut “Kereta Gideon.” Serangan itu memaksa ratusan ribu orang mengungsi dari kota-kota dan lingkungan sekitar termasuk Beit Hanoun, Beit Lahiya, Sheikh Zayed, Tal al-Zaatar, Jabalia, dan daerah Al-Shujaiya serta Tuffah di Gaza timur.
Perintah itu kemudian meluas hingga mencakup daerah-daerah yang luas di Deir al-Balah, Gaza tengah, dan Khan Younis timur. Kantor Media pemerintah menyatakan bahwa tentara Zionis menargetkan “segala sesuatu yang bergerak” di utara.
Kantor tersebut mengatakan bahwa pasukan Israel membunuh dan menggusur warga sipil secara sistematis. Drone-drone juga difokuskan pada penembakan ratusan tenda yang menampung keluarga-keluarga yang mengungsi di tempat-tempat seperti Tal al-Zaatar, Jabalia, dan Beit Lahiya.
Setidaknya 300.000 orang mengungsi dari Gaza utara akibat serangan yang terus menerus berlangsung ini. Di Kota Gaza, puluhan ribu orang mengungsi telah tiba tanpa tenda atau tempat berlindung. Banyak keluarga tidur di jalanan, terutama di jalan al-Jalaa dan al-Saftawi.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey