Hasil Survei: Dukungan Masyarakat Eropa Terhadap Israel Anjlok, Lebih Banyak Mendukung Palestina

Survei dilakukan lembaga jajak pendapat Yougov yang berlangsung di sejumlah negara Eropa.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Hasil Survei: Dukungan Masyarakat Eropa Terhadap Israel Anjlok, Lebih Banyak Mendukung Palestina
Hasil Survei: Dukungan Masyarakat Eropa Terhadap Israel Anjlok, Lebih Banyak Mendukung Palestina (Merdeka.com)

Survei yang dilakukan oleh lembaga jajak pendapat Yougov menganalisis tanggapan-tanggapan mengenai Israel dari berbagai negara di Eropa. Negara-negara tersebut termasuk Inggris, Prancis, Jerman, Denmark, Spanyol, dan Italia. Hasil dari survei ini menunjukkan kurang dari seperlima responden negara-negara tersebut memiliki pandangan positif terhadap Israel.

Dukungan publik terhadap Israel di sejumlah negara Eropa merosot drastis ke titik terendah. Kurang dari 20 persen responden di enam negara menyatakan memiliki pandangan positif terhadap Israel dalam survei yang dilakukan antara 12 hingga 26 Mei di enam negara tersebut, demikian dilansir Middle East Eye, Selasa (3/6).

Ketika ditanya pihak mana yang lebih mereka dukung dalam konflik Israel-Palestina, hasilnya menunjukkan sebanyak 14 persen warga Inggris menyatakan dukungannya terhadap Israel, sementara 32 persen berpihak ke Palestina. Sebanyak 21 persen menyebut keduanya sama, dan 32 persen mengaku tidak yakin.

Hal ini menunjukkan masyarakat dari negara-negara tersebut berpihak dengan Palestina, dengan hasil tertinggi diraih oleh Spanyol yakni 33 persen.

Sedangkan persentase dukungan terhadap Israel tercatat hanya sebesar 18 persen di Prancis, 17 persen di Jerman, 18 persen di Denmark, 15 persen di Spanyol, dan hanya 7 persen di Italia.

Di lima dari enam negara, lebih banyak responden menyatakan dapat memahami sikap rakyat Palestina terhadap konflik. Meski tidak sepenuhnya setuju, tetapi angkanya lebih besar dibanding mereka yang tidak memahami.

Perbedaan paling mencolok terlihat di Inggris. Di mana 51 responden menyatakan bisa memahami sudut pandang Palestina, sementara 22 persen menyatakan tidak.

Ketika ditanya hal serupa mengenai Israel, lebih banyak responden di Prancis, Jerman, Spanyol, dan Italia yang menyatakan tidak bisa memahami sudut pandang Israel.

Seluruh responden di negara-negara tersebut menyatakan bahwa serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 tidak dapat dibenarkan. Namun demikian, responden di enam negara itu juga secara mayoritas menyatakan bahwa serangan militer Israel ke Gaza sejak Oktober 2023 sama-sama tidak dapat dibenarkan.

Mayoritas Tidak Memihak Israel

Pada pertanyaan yang lebih spesifik mengenai aksi militer Israel, hanya 6 persen di Italia hingga 16 persen di Prancis yang setuju bahwa tindakan Israel benar mengirim pasukan darat ke Gaza.

Namun lebih banyak responden yang berpendapat bahwa meskipun Israel berhak mengirim pasukan, mereka telah bertindak berlebihan dan menyebabkan terlalu banyak korban. Survei membuktikan 29 persen masyarakat Italia dan 40 persen masyarakat Jerman setuju akan hal ini.

Antara 12 persen (Jerman) hingga 24 persen (Italia) menyatakan bahwa Israel seharusnya tidak menggunakan kekuatan militer sama sekali di Gaza.

Mayoritas responden di enam negara tersebut juga merasa pesimis bahwa akan tercapai perdamaian permanen antara Israel dan Palestina dalam satu dekade ke depan.

Sejumlah negara seperti Inggris, Prancis, Spanyol, dan Italia telah menghentikan sebagian pengiriman senjata ke Israel sejak perang dimulai.

Inggris dan Prancis, bersama Kanada, bahkan telah memperingatkan akan menjatuhkan sanksi jika Israel tidak menghentikan serangannya ke Gaza dan membuka akses bantuan kemanusiaan.

Sementara itu, Prancis memimpin upaya diplomatik agar lebih banyak negara Eropa termasuk Belgia dan Belanda, turut mengakui kemerdekaan Palestina dalam pertemuan PBB pada 17 juni mendatang.

Sebanyak 147 dari 193 negara anggota PBB saat ini telah mengakui Negara Palestina. Negara-negara seperti Spanyol, Irlandia, dan Norwegia telah menyetujui pengakuan tersebut tahun lalu.

Serangan Israel ke Gaza sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 54.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 120.000 orang. Hingga saat ini, sekitar 10.000 lainnya masih hilang dan diduga telah meninggal dunia di bawah reruntuhan bangunan.

Reporter Magang: Devina Faliza Rey

Rekomendasi