Ini Sosok Tahanan Palestina Terlama di Penjara Israel, Bahkan Pecahkan Rekor Dunia Guinness Book of Records

Nael Barghouti, tahanan Palestina yang telah mendekam lebih dari 44 tahun di penjara Israel, dijadwalkan bebas bulan ini,

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Ini Sosok Tahanan Palestina Terlama di Penjara Israel, Bahkan Pecahkan Rekor Dunia Guinness Book of Records
Ini Sosok Tahanan Palestina Terlama di Penjara Israel, Bahkan Pecahkan Rekor Dunia Guinness Book of Records (Merdeka.com)

Nael Barghouti, seorang warga Palestina, saat ini memegang rekor sebagai tahanan Palestina terlama di penjara Israel. Setelah lebih dari 44 tahun mendekam di balik jeruji besi, ia dijadwalkan akan menghirup udara kebebasan pada bulan ini. Pembebasan ini merupakan bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan yang telah lama dinantikan. Keberadaan Nael Barghouti di penjara Israel telah menjadi simbol perjuangan panjang rakyat Palestina melawan pendudukan. Kisahnya menyoroti realitas pahit konflik yang berkepanjangan ini dan dampaknya terhadap individu dan keluarga yang terlibat.Meskipun informasi mengenai tahanan Palestina terlama seringkali berubah dan diperdebatkan, berdasarkan data yang tersedia saat ini, Nael Barghouti menduduki posisi teratas.

Sebelumnya, nama Karim Younis sering disebut sebagai tahanan dengan masa tahanan terpanjang, yang dibebaskan setelah 40 tahun. Namun, masa penahanan Nael Barghouti yang melampaui 44 tahun membuatnya menjadi kasus yang unik dan menyita perhatian dunia internasional.

Sempat Dibebaskan Tapi Kembali Ditahan

nael barghouti
nael barghouti X

Nael Al-Barghouti adalah seorang tahanan politik Palestina yang dikenal sebagai tahanan terlama di penjara Israel. Ia lahir pada 24 Oktober 1957 di desa Kobar, dekat Ramallah, Tepi Barat. Sejak ditangkap pada 1978, perjalanan hidupnya menjadi simbol perjuangan bagi banyak orang Palestina yang melawan pendudukan Israel.

Penahanan pertama Nael terjadi pada tahun 1978, ketika ia ditangkap karena terlibat dalam aksi melawan pendudukan Israel. Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup ditambah 18 tahun. Selama lebih dari tiga dekade, ia menjalani hukuman di penjara Israel. Ia mengalami berbagai kondisi yang keras dan diskriminatif.

Setelah menjalani 34 tahun penjara, Nael dibebaskan pada 18 Oktober 2011 sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan. Namun, kebebasannya tidak bertahan lama. Pada Juni 2014, ia ditangkap kembali oleh otoritas pendudukan Israel, yang dinilai melanggar kesepakatan yang telah disepakati sebelumnya.

Setelah penangkapan tersebut, ia dijatuhi hukuman 30 bulan penjara. Namun, setelah menjalani hukuman tersebut, Israel memutuskan untuk mengembalikan hukuman awalnya, yaitu penjara seumur hidup ditambah 18 tahun.

Nael Al-Barghouti dikenal di kalangan tahanan Palestina sebagai 'dekan' karena masa penahanannya yang sangat lama.

Menurut Guinness World Records tahun 2009, ia tercatat sebagai tahanan yang paling lama ditahan di dunia. Hal ini memberikan pengakuan internasional atas perjuangannya dan kondisi yang dihadapi oleh para tahanan politik Palestina.

nael barghouti
nael barghouti maanews

Keluarga petani

Di antara sesama tahanan, ia dikenal dengan nama panggilan 'Abu al-Noor'. Nama ini menjadi simbol solidaritas di antara para tahanan yang menghadapi situasi serupa. Nael telah menjadi inspirasi bagi banyak orang yang memperjuangkan hak-hak mereka di tengah penindasan.

“Saya tidak akan pernah menyerah pada perjuangan untuk kebebasan,” ungkap Nael dalam sebuah wawancara yang diadakan oleh salah satu media Palestina. Pernyataan ini mencerminkan semangat juangnya meski dalam kondisi yang sangat sulit.Nael berasal dari keluarga petani yang sederhana. Ia dibesarkan oleh orang tuanya, memiliki kakak laki-laki bernama Omar, dan adik perempuan bernama Hanan. Ibunya, Farha, dikenal sebagai penyair Palestina yang terkenal, yang karyanya sering menggambarkan penderitaan dan harapan rakyat Palestina.

Keluarga Nael memiliki ikatan yang kuat dengan tanah mereka, yang menjadi bagian dari identitas mereka sebagai warga Palestina.

Partisipasi politik Nael juga terlihat ketika ia mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif Palestina pada Mei 2021. Langkah ini menunjukkan bahwa meski terkurung dalam penjara, semangat politiknya tetap hidup dan berkomitmen untuk memperjuangkan hak-hak rakyatnya.Informasi mengenai Nael Al-Barghouti dan situasi tahanan politik Palestina terus berkembang.

Seiring dengan perubahan politik dan sosial di wilayah tersebut, harapan untuk kebebasan dan keadilan bagi para tahanan masih menjadi fokus utama bagi banyak aktivis. Nael menjadi simbol perjuangan yang tak terpisahkan dari narasi perjuangan rakyat Palestina.

“Kami akan terus berjuang sampai keadilan tercapai,” tegas Nael dalam pernyataannya. Harapan akan masa depan yang lebih baik terus membara meskipun tantangan yang dihadapi sangat besar.

Rekomendasi