Mantan PM India Manmohan Singh Wafat di Usia 92 Tahun

Singh menjabat sebagai PM India dari 2004 sampai 2014.

Khairisa Ferida
Oleh Khairisa Ferida - Reporter
Mantan PM India Manmohan Singh Wafat di Usia 92 Tahun
Manmohan Singh merupakan perdana menteri India periode 2004-2014. (Dok. AP/Anupam Nath) (© 2024 Liputan6.com)

Mantan Perdana Menteri India, Manmohan Singh, yang dikenal luas sebagai penggagas reformasi ekonomi di India, meninggal dunia pada usia 92 tahun. Singh dirawat di All India Institute of Medical Sciences (AIIMS) di New Delhi setelah kondisinya memburuk akibat "kehilangan kesadaran mendadak di rumah" pada Kamis (26/12) malam.

"Upaya resusitasi segera dilakukan di rumah. Beliau dibawa ke Unit Gawat Darurat pada pukul 20.06, namun meskipun segala upaya telah dilakukan, beliau tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal pada pukul 21.51," jelas pihak rumah sakit dalam keterangannya.

Rumah sakit menambagkan, Singh dirawat karena 'penyakit terkait usia'.

Singh dikenal sebagai seorang teknokrat yang memiliki sikap rendah hati dan integritas tinggi. Ia menjabat sebagai perdana menteri selama sepuluh tahun dan juga memimpin Partai Kongres di Dewan Negara, salah satu kamar dalam sistem parlemen India.

Pada tahun 2004, ia terpilih menjadi perdana menteri atas dukungan Sonia Gandhi, istri dari Rajiv Gandhi, yang merupakan perdana menteri India yang terbunuh. Meskipun demikian, reputasi baik Singh tercoreng oleh tuduhan korupsi yang melibatkan beberapa menteri dalam pemerintahannya. Ia terpilih kembali pada 2009, tetapi masa jabatannya yang kedua dibayangi oleh skandal keuangan dan tuduhan korupsi terkait penyelenggaraan Commonwealth Games 2010. Hal ini menyebabkan Partai Kongres mengalami kekalahan signifikan pada pemilu 2014 oleh Partai Bharatiya Janata yang dipimpin Narendra Modi.

Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai perdana menteri, Singh memilih untuk tidak tampil di media secara aktif. Modi, yang menggantikan Singh pada 2014, menyebutnya sebagai salah satu "pemimpin paling terhormat" India yang berasal dari latar belakang sederhana dan meninggalkan "jejak yang kuat dalam kebijakan ekonomi kita selama bertahun-tahun."

"Saat menjabat sebagai perdana menteri, beliau melakukan upaya besar untuk meningkatkan kehidupan rakyat," kata Modi melalui akun X-nya.

Ia juga menyebut intervensi Singh di parlemen sebagai "mencerahkan" dan menekankan bahwa "kebijaksanaan serta kerendahan hatinya selalu tampak."

Rahul Gandhi, pemimpin oposisi di Dewan Perwakilan Rakyat yang berasal dari partai yang sama dengan Singh, menyatakan bahwa pemahaman mendalam Singh tentang ekonomi "mengilhami bangsa" dan bahwa Singh "memimpin India dengan kebijaksanaan dan integritas yang besar."

"Saya telah kehilangan seorang mentor dan pembimbing. Jutaan dari kami yang mengaguminya akan mengenangnya dengan kebanggaan yang mendalam," tulis Gandhi di X.

Dr. Singh meninggalkan seorang istri, Gursharan Kaur, serta tiga putri. Selain menjabat sebagai Perdana Menteri India dari tahun 2004 hingga 2014, Singh juga pernah menduduki berbagai posisi penting, seperti Menteri Keuangan (1991-1996), Menteri Luar Negeri (2005), dan Gubernur Reserve Bank of India (1982-1985).

Salah satu pencapaian signifikan Singh adalah reformasi ekonomi yang dilakukannya, serta keberhasilannya mengakhiri isolasi nuklir India. Ia menandatangani kesepakatan dengan Amerika Serikat yang memberikan akses teknologi nuklir kepada India. Namun, kesepakatan tersebut menimbulkan masalah bagi pemerintahannya.

Partai-partai Komunis yang sebelumnya memberikan dukungan menarik kembali dukungan mereka, dan kritik semakin banyak muncul di dalam negeri setelah kesepakatan tersebut diselesaikan pada tahun 2008. Singh dikenal menerapkan kebijakan luar negeri yang pragmatis, berupaya memperbaiki hubungan dengan Pakistan, yang merupakan negara tetangga dan rival nuklir India.

Dia memulai proses perdamaian dengan Pakistan, tetapi upayanya mengalami kemunduran besar setelah serangan teroris besar-besaran yang dilakukan oleh militan Pakistan di Mumbai pada November 2008. Selain itu, Singh juga berusaha menyelesaikan sengketa perbatasan dengan China, yang mana ia memfasilitasi kesepakatan untuk membuka kembali jalur Nathu La ke Tibet yang telah ditutup selama lebih dari 40 tahun. Melalui berbagai kebijakan dan inisiatif ini, Singh berkontribusi dalam membentuk arah baru bagi India di panggung internasional.

Rekomendasi