Kandidat Kuat PM Thailand Melahirkan 2 Pekan Jelang Pemilu

Ibu berusia 36 tahun itu mengunggah foto dirinya setelah melahirkan bersama sang suami dan bayi laki-lakinya bernama Prutthasin Sooksawas.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Kandidat Kuat PM Thailand Melahirkan 2 Pekan Jelang Pemilu
Paetongtarn Shinawatra bersama suami dan bayinya. ©facebook

Kandidat kuat perdana menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra melahirkan anak keduanya kemarin, dua pekan sebelum pemilihan 14 Mei mendatang.

Paetongtarn mengumumkan kabar tersebut di media sosialnya pada pagi hari. Ibu berusia 36 tahun itu mengunggah foto dirinya setelah melahirkan bersama sang suami dan bayi laki-lakinya bernama Prutthasin Sooksawas.

Dia juga menuliskan sejumlah keterangan foto dan mengucapkan terima kasih atas nama bayinya yang baru lahir.

"Terima kasih atas semua dukungannya. Beberapa hari lagi ketika ibu saya sudah kuat, saya akan bertemu media."

Ucapan bahagia juga diunggah oleh ayah Paetongtarn, mantan perdana menteri Thailand, Thaksin Shinawatra. Dia mengaku senang akan kelahiran cucu ketujuh-nya yang terjadi saat dia tinggal di luar negeri.

"Pagi ini, saya sangat senang memiliki cucu ketujuh saya, laki-laki," ujar Thaksin.

"Saya harus meminta izin untuk pulang ke rumah untuk merawat cucu-cucu saya," tambahnya.

Keluarga perdana menteri

Paetongtarn menjadi calon favorit para pemilik untuk jabatan perdana menteri. Dia telah menjadi ujung tombak kampanye partai di seluruh provinsi Thailand bahkan saat hamil. Namun, ia mulai membatasi keikutsertaannya pada bulan April.

Terlahir dari keluarga mantan perdana menteri, Paetongtarn disebut akan menjadi perdana menteri termuda Thailand dan juga di anggota keluarga Shinawatra.

Selain ayahnya, bibi Paetongtarn, Yingluck Shinawatra pernah menduduki posisi perdana menteri Thailand pada 2011. Ayahnya, Thaksin menduduki posisi ini pada 2001.

Namun, baik Thaksin dan Yingluck digulingkan dalam kudeta masing-masing pada 2006 dan 2014. Keduanya sekarang tinggal di luar negeri untuk menghindari tuntutan pidana di Thailand.

Akan tetapi, baru-baru ini Thaksin mengatakan dia bersedia menjalani hukuman penjara untuk kembali ke rumah.

Pemilu 14 Mei mendatang diprediksi akan menjadi arena pertikaian terutama antara kelompok militer yang dipimpin oleh partai pertahanan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha dan partai progresif Pheu Thai yang dipimpin oleh Paetongtarn.

Reporter magang: Yobel Nathania

Rekomendasi