Covid-19 Kembali Melonjak di Malaysia, Pakar Imbau Kembali Pakai Masker

Beberapa pakar menyebut penggunaan masker dianjurkan untuk orang dengan penyakit berisiko tinggi.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Covid-19 Kembali Melonjak di Malaysia, Pakar Imbau Kembali Pakai Masker
covid-19 di kuala lumpur malaysia. ©AFP/Mohd Rasfan

Seiring meningkatnya kasus Covid-19 di Malaysia akhir-akhir ini dan lebih banyak pertemuan sosial untuk Hari Raya Idulfitri dalam beberapa hari ke depan, pakar kesehatan masyarakat di Negeri Jiran menyarankan agar masker wajah dipakai kembali di depan umum.

Beberapa pakar menyebut penggunaan masker dianjurkan untuk orang dengan penyakit berisiko tinggi.

Individu yang berisiko tinggi terkena Covid-19 parah adalah orang lanjut usia, orang gemuk, orang dengan penyakit penyerta tinggi, dan orang dengan gangguan kekebalan seperti penderita diabetes dan kanker.

"Oleh karena itu, mereka sangat dianjurkan untuk memakai masker," kata pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Kebangsaan Malaysia, Profesor Sharifa Ezat Wan Puten, seperti dilansir laman the Straits Times, Selasa (18/4).

Shafira juga mengatakan bagi mereka yang belum menuntaskan aturan vaksinasi, baik vaksinasi primer atau booster, harus memakai masker saat berada di tempat umum.

"Lebih baik berhati-hati daripada menyesal. Bawa diri Anda untuk divaksinasi, termasuk booster. Jika Anda (kriteria) berisiko tinggi, pakailah masker di tempat umum, di mana banyak orang yang mungkin menularkan atau membawa virus," himbaunya.

Menurut Kementerian Kesehatan Malaysia Kamis lalu melaporkan dalam pernyataan Kamis lalu, kasus rawat inap pasien Covid-19 telah meningkat sebesar 17,6 persen pada April, dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Menteri Kesehatan Malaysia, Zaliha Mustafa mengatakan dari total pasien yang dirawat di rumah sakit, 63,8 persen berusia 60 tahun ke atas, dan 90,7 persen memiliki penyakit bawaan.

Zaliha juga mengatakan jika kematian pasien yang tidak melakukan vaksinasi enam kali lebih tinggi daripada mereka yang melakukan vaksinasi.

Sedangkan untuk sektor pendidikan, Profesor Departemen Sosial dan Kedokteran Pencegahan Universitas Malaya, Moy Foong Ming, menekankan kepada orang tua agar tidak menyuruh anak mereka masuk sekolah apabila sedang sakit.

"Manajemen sekolah harus waspada terhadap status kesehatan staf dan siswa mereka. Ambil tindakan yang tepat ketika ada staf atau siswa yang tidak sehat," himbau Ming.

Ming juga menyarankan agar Kementerian Kesehatan menyuarakan pesan publiknya lebih intens lagi terkait pentingnya memakai masker.

Namun, ada beberapa ahli yang berpendapat penggunaan masker tidak perlu diwajibkan.

Presiden Asosiasi Dokter Kesehatan Masyarakat Malaysia, Zainal Aiffin Omar, beranggapan masker tidak bisa diwajibkan, tapi sangat dianjurkan.

"Saya pikir masyarakat tidak akan terlalu menerima jika masker wajib dan peraturan tambahan diberlakukan," ujar Omar.

Ia juga menambahkan masyarakat harus didorong untuk melakukan tes mandiri dan karantina sendiri jika mereka bergejala.

Ahli epidemiologi medis Universitas Putra Malaysia, Malina Osman, mengatakan tindakan saat ini dapat dipertahankan, tetapi mereka yang dites positif harus memakai masker untuk melindungi orang lain.

"Mereka yang sakit harus tinggal di rumah dan dikarantina. Jika mereka harus berada di depan umum, memakai masker adalah suatu keharusan," ujar Osman.

 

Reporter magang: Yobel Nathania

Rekomendasi