Arkeolog Temukan Kail Ikan Raksasa Berusia 6.000 Tahun, Dipakai untuk Memancing Hiu

Peneliti dari Otoritas Barang Antik Israel menemukan kail ikan tertua yang berukuran raksasa di Ashkelon. Kail ikan itu ditemukan pada sebuah proyek pembangunan di sebuah daerah pemukiman.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Arkeolog Temukan Kail Ikan Raksasa Berusia 6.000 Tahun, Dipakai untuk Memancing Hiu
kail 6000 tahun. ©Emil Alajem/Israel Antiquities Authority

Peneliti dari Otoritas Barang Antik Israel menemukan kail ikan tertua yang berukuran raksasa di Ashkelon. Kail ikan itu ditemukan pada sebuah proyek pembangunan di sebuah daerah pemukiman.

Kail tersebut terbuat dari perunggu dan diperkirakan berusia sekitar 6.000 tahun. Panjang dari kail ini adalah 6,5 sentimeter dengan lebar 4 sentimeter.

Yael Abadi-Reiss dan Daniel Varga, wakil direktur penggalian, mengatakan kail sebesar itu barangkali digunakan untuk menangkap ikan hiu atau ikan-ikan raksasa dari Laut Mediterania pada Zaman Tembaga,

Dilansir Haaretz, Rabu (29/03), kail seperti itu belum pernah ditemukan sebelumnya, "ini benar-benar murni keberuntungan," tambah Abadi-Reiss.

Berubah warna

Area pemukiman kuno menjadi lokasi penemuan kail ini, setiap penemuan pada pemukiman ini berasal dari Zaman Perunggu.

"Kail yang kami temukan berukuran raksasa, kami awalnya menganggap kail itu mungkin berasal dari zaman lain, tapi tidak, kail itu berasal dari Zaman Perunggu," tambahnya. Sebagian besar dari kail perunggu lainnya sudah habis terkikis waktu.

Layaknya perunggu lain yang menua, kail ikan ini berubah warnanya menjadi kehijauan dan kemudian dibersihkan oleh para peneliti.

"Saking besar ukurannya, sebagian besar dari kail tersebut masih utuh meskipun lapisan luarnya telah terkikis," ucap Abadi-Reiss.

Di dalam rumah kuno

Abadi-Reiss menganggap keberuntungan mereka dalam menemukan kail besar yang masih utuh terletak pada lokasi penemuan kail ini. Kail tersebut ditemukan pada tempat yang relatif kering di dalam sebuah rumah kuno, yang melindunginya dari korosi.

Selain kail ikan raksasa, peneliti menemukan barang-barang perunggu kuno lain hingga situs produksi tembaga. Pada Zaman Tembaga, daerah tersebut diduga mempunyai dua situs pelelehan perunggu untuk produksi barang sehari-hari masyarakat.

Bukti arkeologis membuktikan manusia telah mengonsumsi makanan laut sejak lama, mengingat banyak manusia yang tinggal di dekat bagan air. Bagaimanapun, kail yang digunakan untuk mengambil ikan biasanya berukuran kecil, tidak seperti kail yang ditemukan di Israel.

 

Reporter Magang: Qaulan Maruf Indra

Rekomendasi