Paris Kini Bukan Lagi Kota Romantis, Timbunan Sampah Berserakan di Jalanan

Selama lebih dari sepekan terakhir, para petugas sampah di beberapa bagian Paris dan kota-kota lain di seluruh Prancis mogok kerja sebagai bentuk protes terhadap rencana Presiden Emmanuel Macron yang memundurkan batas usia pensiun dari 62 menjadi 64 tahun.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Paris Kini Bukan Lagi Kota Romantis, Timbunan Sampah Berserakan di Jalanan
sampah di paris. ©AFP

Tumpukan sampah makanan menumpuk di sepanjang Menara Eiffel. Selain itu, tepi Sungai Seine juga dikelilingi tumpukan sampah.

Selama lebih dari sepekan terakhir, para petugas sampah di beberapa bagian Paris dan kota-kota lain di seluruh Prancis mogok kerja sebagai bentuk protes terhadap rencana Presiden Emmanuel Macron yang memundurkan batas usia pensiun dari 62 menjadi 64 tahun.

Sampah yang menumpuk ini terlihat lebih tinggi sehingga para pejalan kaki berusaha menghindarinya.

"Saya hanya berharap ini tidak membawa tikus ke tempat kami," keluh salah seorang mahasiswa, seperti dilansir laman the New York Times, Rabu (15/3).

Delapan serikat pekerja di Prancis juga ikut bergabung bersama dalam unjuk rasa tersebut. Selain itu, para demonstran juga berkumpul di kota-kota seluruh Prancis kemarin.

Setelah protes besar di kota-kota, pemogokan kerja, dan dua bulan perdebatan politik, keputusan akhir tentang sistem pensiun Prancis kemungkinan besar akan ditentukan pekan ini.

Pertanyaan yang membayangi adalah apakah Marcon telah mengumpulkan cukup dukungan dari luar partai politik pendukungnya di Majelis Nasional, di mana ia tidak lagi memegang mayoritas yang kuat.

Di sisi lain, beberapa orang berharap usia pensiun pada umur 62 tahun di Prancis menjadi hasil akhir dari keputusan di akhir pekan nanti.

Prancis menikmati salah satu sistem pensiun paling dermawan di Eropa.

Dibangun setelah Perang Dunia II, program pensiun di Prancis menawarkan apa yang dianggap orang sebagai tahap emas ketiga, yaitu mendalami minat, bersama cucu, dan menjadi sukarelawan sambil menikmati hidup yang lebih baik dari kebanyakan orang.

Waktu ini dianggap sebagai waktu untuk memulihkan diri dari kerja keras seumur hidup.

Namun, pemerintah beranggapan usia pensiun harus diperlambat untuk menjaga agar perusahaan mampu membayar.

Wakil Walikota Emmanuel Grégoire mengatakan pemerintah Marcon harus bertanggung jawab. Ia juga menyatakan simpati untuk pekerja sampah yang memiliki harapan hidup lebih rendah daripada eksekutif bisnis.

"Cara terbaik untuk membuat mereka kembali bekerja adalah dengan mencabut RUU reformasi pensiun," ujar Grégoire.

Jika RUU itu menjadi undang-undang, belum diketahui apakah akan ada protes besar berlanjut ke depannya.

Reporter magang: Yobel Nathania

Rekomendasi