Mantan dokter bedah militer, Jiang Yanyong, yang mengungkap pemerintah China menutupi epidemi SARS pada 2003 lalu tutup usia dalam usia 91 tahun.
Dia meninggal karena pneumonia pada Sabtu di Beijing, menurut kerabat dan laporan media berbahasa Mandarin di Hong Kong.
Dr Jiang dipuji karena menyelamatkan nyawa setelah menulis surat pada saat awal munculnya krisis SARS, di mana pejabat China meremehkan ancaman penyakit tersebut, dikutip dari BBC, Rabu (15/3).
Saat mengungkap kasus SARS, Jiang bekerja di sebuah rumah sakit di Beijing. Pada April 2003, menteri kesehatan China menyampaikan kepada masyarakat hanya ada beberapa kasus SARS yang ditemukan. Namun Jiang mengatakan ada lebih dari 100 orang yang terkena penyakit ini di rumah sakit militer.
Dia mengirim surat mengungkap kebohongan pejabat kepada kantor penyiaran pemerintah China, namun suratnya diabaikan. Surat itu kemudian bocor ke media asing yang kemudian memuat keterangannya.
Pemerintah China lantas mengakui pihaknya menerima informasi yang salah terkait epidemi itu dan mendorong WHO bertindak.
Tindakan penanganan virus yang ketat langsung diberlakukan dalam semalam, yang membantu menghentikan penyebaran virus. Pengakuan Jiang ini menyebabkan menteri kesehatan dan wali kota Beijing dipecat.
"Saya merasa saya harus mengungkapkan apa yang terjadi, tidak hanya untuk menyelamatkan China, tapi untuk menyelamatkan dunia," jelas Jiang saat itu.
Jiang lahir pada 4 Oktober 1931 di kota Hangzhou, berasal dari keluarga bankir yang kaya. Dia sekolah kedokteran setelah melihat bibinya meninggal karena TBC.
Pada 2004, dia mendapat penghargaan Ramon Magsaysay Award bidang Pelayanan Masyarakat.