Kampanye pemerintah India menggalakkan Hari Memeluk Sapi sebagai pengganti Hari Valentine dibatalkan pada Sabtu setelah mendapat kritik dan olok-olokan di media sosial.
Pemerintah India mengusulkan cara unik merayakan Valentine tahun ini dengan memeluk sapi.
Gagasan ini muncul setelah perayaan Valentine yang marak di kalangan anak muda India dikritik karena dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai Hindu, agama mayoritas di negeri Hindustan tersebut. Valentine dinilai mempromosikan hal-hal tidak bermoral di kalangan generasi muda. Bahkan kelompok garis keras membakar kartu ucapan dan menyerang pasangan yang kedapatan bergandengan tangan.
Namun publik mengkritik rencana tersebut.
Departemen keselamatan hewan menyatakan perayaan "Hari Memeluk Sapi" bertujuan untuk melestarikan tradisi yang diajarkan kitab suci dan warisan kultural, yang semakin terbelakang karena pengaruh budaya Barat.
"Tradisi Weda (kitab suci umat Hindu) hampir di ambang kepunahan karena progres budaya (Barat). Kilau peradaban Barat membuat budaya dan warisan fisik kita hampir terlupakan," jelas Departemen Keselamatan Hewan, dikutip dari laman Greek Reporter, Senin (13/2).
Sapi dianggap suci bagi umat Hindu dan kerap diasosiasikan dengan ibu. Sejumlah negara bagian di India melarang penyembelihan sapi.
Pengamat politik, Nilanjan Mukhopadhyay mengkritik Hari Memeluk Sapi itu. Dia menyebutnya "menyedihkan" dan menghapus batas antara negara dan agama.