Bom Meledak di Masjid Pakistan Incar Polisi Sedang Salat, 61 Orang Tewas

Masjid tersebut adalah salah satu yang paling dijaga ketat di Peshawar. Ledakan bom terjadi sekitar pukul 13.30 saat salat Zuhur berjemaah sedang berlangsung.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Bom Meledak di Masjid Pakistan Incar Polisi Sedang Salat, 61 Orang Tewas
ledakan bom di masjid peshawar pakistan. ©Maaz Ali/AFP

Sebuah bom meledak di masjid di Kota Peshawar, Pakistan, kemarin menewaskan sedikitnya 61 orang dan melukai 157 lainnya.

Masjid itu berada di kawasan yang selama ini dijaga ketat aparat keamanan karena termasuk di kompleks markas kepolisian, intelijen, dan biro kontra-terorisme.

Kepala Polisi Peshawar Muhammad Ijaz Khan mengatakan serangan bom itu diduga bunuh diri. Pada saat kejadian ada sekitar 300-400 polisi di kawasan itu.

"Teroris ingin menciptakan suasana ketakutan kepada mereka yang bertugas membela Pakistan,: kata Perdana Menteri Shehbaz Sharif, seperti dilansir laman BBC, Selasa (31/1).

"Pembunuhan keji terhadao muslim yang sedang salat di hadapan Allah bertentangan dengan ajaran Alquran," kata Sharif dalam pernyataannya.

"Mereka yang menyerang rumah Allah adalah bukti bahwa pelaku tidak ada hubungannya dengan Islam."

Masjid tersebut adalah salah satu yang paling dijaga ketat di Peshawar. Ledakan bom terjadi sekitar pukul 13.30 saat salat Zuhur berjemaah sedang berlangsung.

Salah satu video yang beredar di media sosial memperlihatkan sebagian dinding masjid roboh dan banyak puing-puing serta batu bata berserakan di dalam masjid.

Korban luka dan tewas banyak yang terlihat memakai seragam polisi.

Kelompok Taliban Pakistan (TTP) membantah pihaknya bertanggung jawab atas serangan itu. Padahal sebelumnya salah seorang pentolan Taliban Pakistan mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Pada November lalu TTP mengumumkan mengakhiri gencatan senjata melawan pemerintah dan sejak itu serangan kian meningkat.

Pada Desember TPP menyerang sebuah kantor polisi di wilayah sebelah barat laut. Serangan itu menewaskan setidaknya 33 militan TTP.

Rekomendasi