Seorang profesor di Universitas Kabul, Afghanistan menyobek ijazahnya saat siaran langsung di televisi. Ini merupakan bentuk protesnya terhadap kebijakan baru Taliban yang melarang perempuan kuliah.
Dikutip dari The Independent, Kamis (29/12), dosen tersebut bernama Ismail Mashal. Mashal mengatakan tidak ada tempat bagi pendidikan di negaranya.
"Dari hari ini saya tidak perlu ijazah-ijazah ini lagi karena di negara ini tidak ada tempat bagi pendidikan," ujarnya.
"Jika saudara perempuan dan ibu saya tidak bisa belajar, lalu saya pun tidak bisa menerima pendidikan ini," protesnya sebelum menyobek ijazahnya di depan kamera.
Mashal merobek ijazahnya saat diwawancarai Tolo TV. Video tersebut telah ditonton lebih dari 170.000 kali sejak dibagikan di media sosial.
Taliban melarang perempuan kembali ke kampus sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Selain itu, Taliban juga melarang perempuan bekerja di organisasi non-pemerintah (NGO) dan meminta NGO baik lokal maupun internasional agar merumahkan para pegawainya yang perempuan.
Kebijakan baru Taliban ini mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk dari sejumlah negara Muslim seperti Arab Saudi dan Qatar. Dewan Keamanan PBB juga mendesak Taliban membatalkan kebijakan tersebut.