Ilmuwan Jepang Temukan Fakta Mengejutkan Soal Penis Tawon Jantan Setelah Disengat

Seorang ahli entomologi (ilmu serangga) asal Jepang baru-baru ini kaget setelah disengat seekor tawon jantan.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Ilmuwan Jepang Temukan Fakta Mengejutkan Soal Penis Tawon Jantan Setelah Disengat
Ilustrasi tawon. ©Shutterstock.com/Nikola Spasenoski

Seorang ahli entomologi (ilmu serangga) asal Jepang baru-baru ini kaget setelah disengat seekor tawon jantan. Biasanya hanya tawon dan lebah betina yang memiliki kemampuan sengat yang sangat menyakitkan karena penyengat mereka yang mengandung racun itu merupakan organ bertelur yang dimodifikasi, dikenal sebagai ovipositor. Sedangkan sengatan tawon jantan umumnya dinilai tidak menyakitkan.

Setelah melihat lebih dekat tawon mason (Anterhynchium gibbifrons) yang menggigitnya, ilmuwan tersebut menyadari serangga tersebut menggigit kulitnya menggunakan alat kelaminnya atau penis bercabang dua yang tajam.

Hal ini dilaporkan ilmuwan tersebut dan rekannya dalam jurnal Current Biology, dikutip dari laman Science, Minggu (25/12).

Untuk menguji apakah kelamin jantan ini bisa mencegah penyerang, para ilmuwan menempatkan tawon mason jantan di dalam sebuah kandang dengan pemangsa yaitu seekor katak pohon. Setiap katak ini menyerang tawon jantan, tawon tersebut melawan balik dengan penis tajam mereka. Sedangkan tawon jantan yang penis beserta penyengatnya dihilangkan menjadi mangsa atau makanan katak tersebut.

Temuan ini menampilkan bukti pertama kelamin tawon jantan memiliki peran defensif atau perlawanan di dunia hewan. Para peneliti juga menduga mereka akan menemukan taktik yang sama di jenis tawon lainnya.

Rekomendasi