Seorang pria menyamar jadi dokter kandungan perempuan dan meminta 35 perempuan mengirim foto dan video bugil. Pria bernama Ooi Chuen Wei (37) asal Malaysia ini mengaku bekerja di sebuah rumah sakit swasta di Singapura.
Atas aksinya tersebut, dokter gadungan ini dijatuhi hukuman 40 bulan penjara oleh pengadilan Singapura pada Rabu (26/10). Dia mengaku bersalah atas enam dakwaan penyamaran. Lima belas tuduhan serupa dipertimbangkan.
Di dalam persidangan, terungkap jika Ooi memulai aksinya pada akhir 2016. Dia membuat akun Facebook dengan nama “Dr Janice Lee Yan Hooi”. Di profilnya dia mengaku bekerja di “Gleneagles Medical Singapore”. Dia menggunakan foto perempuan Malaysia yang diambil secara acak sebagai foto profilnya, seperti dilansir The Straits Times, Rabu (26/10).
Agar terlihat semakin meyakinkan, Ooi menambahkan sejumlah teman laki-laki dan perempuan di akun Facebooknya. Dia juga membuat akun Instagram dan LinkedIn dengan nama yang sama.
Setelah mengidentifikasi perempuan yang dijadikan target, dia mengirim pesan dan memperkenalkan diri sebagai Dr Lee dan menawarkan diri untuk memberikan konsultasi terkait kesehatan payudara dan seksual setiap bulan. Dia lalu mengirim instruksi bagaimana melakukan pijat payudara dan area kewanitaan dan meminta korbannya mengirim video saat mereka melakukan pijat tersebut.
Ooi berdalih video-video tersebut digunakan untuk diagnosis masalah kesehatan sehingga dia bisa memberikan pasiennya rencana penanganan.
"Ini pada dasarnya adalah penipuan pengobatan jarak jauh (telemedicine) oleh terdakwa. Terdakwa mengunduh dan menyimpan video dan gambar setelah dia menerimanya, para korban percaya kebohongan yterdakwa," kata Wakil Jaksa Penuntut Umum (JPU), R Arvindren.
Pelaku juga menolak berbicara dengan para korban untuk menutupi identitasnya. Antara 2018 dan 2021, 35 korbannya mengirim 919 foto dan video ke Ooi.
Ooi juga berusaha menipu tujuh korban lainnya, tapi gagal. Aksinya ini mulai terungkap ketika salah seorang korbannya mulai curiga pada 2021.
Korban ini menyelidiki sendiri dan mengetahui tidak ada yang bernama Dr Janice Lee Yan Hooi yang bekerja di Gleneagles.
Korban lalu melapor ke polisi dan Ooi ditangkap pada 11 November 2021.