Seorang pria berumur 61 tahun yang jantungnya berhenti berdetak selama satu jam berhasil diselamatkan tim dokter di China. Resusitasi terus menerus yang dilakukan tim dokter berhasil menyelamatkan nyawa pria itu.
Pria itu awalnya jatuh tak sadarkan diri di rumahnya di wilayah otonom Guangxi Zhuang, bagian selatan China. Istri pria itu segera menelepon ambulans.
Setelah dokter sampai ke rumah pria tersebut, mereka menemukan pria itu mengalami serangan jantung. Tim dokter segera melakukan resusitasi dan defibrilasi listrik di ambulans sepanjang jalan menuju rumah sakit.
Setelah sampai di rumah sakit, tim dokter menemukan jika jantung pria itu telah berdetak tetapi lemah. Akhirnya tim dokter memutuskan agar pria itu segera dilarikan ke rumah sakit besar lainnya.
Dikutip dari laman South China Morning Post, Rabu (19/10), setelah sampai di rumah sakit lain, pria yang kondisinya kritis itu segera dipasang alat bantu pernapasan oleh tim dokter. Pria itu koma dengan tingkat gula darah rendah dan tidak dapat bernapas secara mandiri.
Setelah melewati masa-masa kritis itu, pria itu segera dibawa ke bagian ICU di mana dia dirawat selama dua minggu.
Kini pria itu masih dirawat di rumah sakit dan kondisinya membaki. Dia bisa makan dan berkomunikasi dengan normal. Dokter menjelaskan, pasien itu hanya akan selamat dari kematian akibat serangan jantung dalam waktu sekitar enam menit. Periode itu dinamakan dokter sebagai “waktu emas”.
Istri pria itu mengungkap jika suaminya didiagnosis memiliki penyakit jantung berbulan-bulan sebelum serangan jantung itu. Dukungan istri beserta keluarga kepada pria itu dan tim dokter berbuah baik.
"Biasanya dokter melakukan resusitasi jantung selama setengah jam dan akan berhenti jika melihat hasilnya tidak baik. Dalam hal ini, keluarga pasien bersikeras untuk tidak putus asa dan kami para dokter tidak putus asa," jelas salah seorang dokter yang menangani.
Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan