Xi Jinping Pertama Muncul ke Publik Setelah Ramai Diisukan Dikudeta

Beberapa hari lalu sempat tersebar rumor Presiden China Xi Jinping dikudeta oleh militernya, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Salah satu alasannya adalah Xi tidak terlihat selama beberapa hari setelah dia kembali dari Konferensi Tingkat Tinggi Uzbekistan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Xi Jinping Pertama Muncul ke Publik Setelah Ramai Diisukan Dikudeta
xi jinping. ©Project Syndicate

Beberapa hari lalu sempat tersebar rumor Presiden China Xi Jinping dikudeta oleh militernya, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Salah satu alasannya adalah Xi tidak terlihat selama beberapa hari setelah dia kembali dari Konferensi Tingkat Tinggi Uzbekistan.

Namun kemarin Xi muncul di depan publik dengan mengunjungi sebuah pameran di Ibu Kota Beijing.

Rumor Xi dikudeta, hilang, sakit, dan lain-lain sudah sering tersebar, namun rumor-rumor itu tidak dapat dibuktikan dan salah. Ini menunjukkan Xi memiliki kekuatan besar untuk mengendalikan China.

Bahkan, ketika ekonomi China terdampak dari pandemi Covid-19, meningkatnya ketegangan hubungan China dengan Barat serta hubungannya dengan Taiwan, Xi tetap berkuasa hingga hari ini. Xi pun tetap mengejar visi besarnya yaitu “peremajaan bangsa China”.

Dikutip dari laman Aljazeera, Rabu (28/9), kuatnya kekuasaan Xi adalah hasil usahanya sendiri, yaitu dia menggabungkan kekuatannya, melawan korupsi, dan menghilangkan ruang perbedaan pendapat pada pemerintah China. Karena usaha ini, Xi berhasil membawa China ke panggung internasional hingga menyaingi dominasi Amerika Serikat (AS).

Xi juga berusaha menjaga kursi kekuasaannya, seperti keputusannya untuk menghilangkan batas dua masa jabatan kepresidenan China pada 2018 lalu.

Xi juga melakukan “pembersihan” pejabat, seperti pemecatan mantan Wakil Menteri Keamanan Publik, Sun Lijun, mantan Menteri Kehakiman Fu Zhenghua, dan mantan Kepala Polisi Shanghai, Chongqing, dan Shanxi yang semuanya ditangkap atas tuduhan korupsi.

Berbagai keputusan dan usaha yang telah dilakukannya dapat membuat presiden berumur 69 tahun itu menjadi pemimpin China lagi.

Meski Xi berhasil menjaga kekuasaannya, namun dia tetap harus menghadapi masalah-masalah lain, seperti gerakan pro-demokrasi Hong Kong, lockdown ketat Covid-19 yang memantik perlawanan rakyat China, dan tuduhan pelanggaran HAM di wilayah Xinjiang.

Namun masalah-masalah itu tampak tidak mengancam kekuasaan Xi. Bahkan Xi dapat menguatkan kekuasaannya lagi melalui pertemuan Partai Komunis China pada 16 Oktober nanti.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan

Rekomendasi