Yordania Pecat Sederet Pejabat Terkait Ledakan Gas Beracun di Pelabuhan

Sebuah tangki berisi klorin jatuh saat dimuat derek menuju sebuah kapal. Zat klorin tersebut memicu ledakan.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Yordania Pecat Sederet Pejabat Terkait Ledakan Gas Beracun di Pelabuhan
Ledakan gas di Pelabuhan Yordania. ©AFP via Getty Images

Perdana Menteri (PM) Yordania, Bisher al-Khasawneh pada Minggu memecat sederet pejabat karena dinilai lalai sehingga terjadi ledakan gas beracun di Pelabuhan Aqaba pekan lalu. Ledakan tersebut menewaskan sedikitnya 13 orang.

Sebuah tangki berisi klorin jatuh saat dimuat derek menuju sebuah kapal. Zat klorin tersebut memicu ledakan.

Menurut data resmi, ada lima warga negara Vietnam di antara korban tewas dan lebih dari 260 lainnya terluka.

Khasawneh menyampaikan dalam rapat kabinet, penyelidikan menunjukkan adanya kelalaian besar terkait aturan keselamatan untuk menangani material berbahaya di pelabuhan Aqaba.

Dia menambahkan, pejabat yang dipecat di antaranya direktur dan pejabat dari operator pelabuhan negara juga kepala otoritas kelautan.

Menteri Dalam Negeri, Mazen al-Faraya yang memimpin penyelidikan menyampaikan, berat tabung gas jauh melebihi beban maksimum kabel derek yang menahannya.

"Berat kontainer sekitar 28.900 ton, lebih dari tiga kali lebih besar dari kapasitas kabel seberat 8,6 ton, menyebabkannya ambruk," jelasnya saat konferensi pers, dikutip dari laman Al Arabiya, Senin (4/7).

"Total 18 kontainer gas klorin yang seharusnya dimuat ke kapal," lanjutnya.

"Saat proses memuat (kontainer) kelima, kabelnya putus dan kontainernya jatuh, menyebabkan kebocoran gas."

Faraya menyebut insiden itu karena kecerobohan dan kelalaian di beberapa tingkatan, menyatakan perusahaan pelabuhan gagal menunjukkan kepemimpinannya.

Kejaksaan Agung Yordania pada Selasa lalu meluncurkan penyelidikan terkait insiden tersebut, yang menyebabkan penutupan sementara pantai-pantai di sekitar Aqaba.

Rekomendasi