Sedikitnya 49 tahanan tewas dan puluhan lainnya terluka pada Selasa dinihari setelah terjadi kerusuhan yang memicu kebakaran di kota Tulua, Kolombia barat daya.
Direktur Badan Lapas dan Penjara Nasional Kolombia (INPEC), Tito Castellanos menyampaikan, tragedi tersebut terjadi ketika para tahanan membakar sel sebagai upaya mencegah polisi memasuki sel mereka.
"Sangat disayangkan ada kerusuhan di paviliun nomor delapan penjara Tulua, di mana ada 1.267 tahanan, menyebabkan 49 orang tewas," jelasnya kepada La W Radio, dikutip dari laman AFP, Rabu (29/6).
Castellanos menambahkan, 30 orang lainnya terluka dan terkena api dan asap.
Saat ini pihak berwenang tengah menyelidiki apakah para tahanan membakar kasur mereka sebagai bagian upaya kabur atau apakah kerusuhan itu disengaja untuk "menutupi situasi lainnya." Namun Castellanos tidak menyebutkan apakah ada tahanan yang berhasil kabur.
Juru bicara INPEC sebelumnya mengatakan jumlah korban jiwa kemungkinan bertambah. Laporan Caracol Radio menyebutkan korban luka lebih dari 40 orang.
Ada 180 tahanan di ruangan penjara itu yang terkena api.
Castellanos memuji upaya para sipir, yang sebagian terluka, untuk mengendalikan api dan membantu menyelamatkan para tahanan. Menurutnya, tanpa bantuan para sipir, akibatnya akan jauh lebih buruk.
Presiden Kolombia, Ivan Duque menyampaikan telah memberikan instruksi untuk menjernihkan situasi.
"Kami menyesali peristiwa yang terjadi di penjara Tulua, Valle del Cauca," ujarnya di Twitter.
"Solidaritas saya bersama keluarga korban."