Proses Evakuasi Dramatis Bocah 5 Tahun Asal Maroko yang Jatuh ke Sumur: Angkat Saya

Rayan, bocah lima tahun asal Maroko jatuh ke sumur sedalam 32 meter di dekat rumahnya pada Selasa lalu. Butuh empat hari bagi para tim penyelamat untuk mengangkatnya, namun sayang nyawanya tak tertolong.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Proses Evakuasi Dramatis Bocah 5 Tahun Asal Maroko yang Jatuh ke Sumur: Angkat Saya
Lubang sumur tempat jatuhnya Rayan, bocah laki-laki lima tahun asal Maroko. ©Reuters

Rayan, bocah lima tahun asal Maroko jatuh ke sumur sedalam 32 meter di dekat rumahnya pada Selasa lalu. Butuh empat hari bagi para tim penyelamat untuk mengangkatnya, namun sayang nyawanya tak tertolong.

Kematian Rayan dikonfirmasi Raja Maroko, Raja Mohammed VI dalam sebuah pernyataan yang dirilis istana. Raja Mohammed juga menelpon orang tua Rayan, Khaled Oram dan Wassima Khersheesh untuk menyampaikan belasungkawa, dikutip dari laman Arab News, Minggu (6/2).

Proses penyelamatan Rayan berlangsung dramatis. Media sosial ramai memberikan dukungan kepada para tim penyelamat untuk menyelamatkan Rayan. Di Twitter, tagar #SaveRayan menjadi trending.

Seperti dikutip dari AFP, sampai saat ini kenapa Rayan bisa jatuh ke sumur di dekat rumahnya di wilayah pegunungan di Provinsi Chefchaouen.

Seorang kerabat Rayan menyampaikan kepada Reuters TV, keluarga pertama kali menyadari bocah itu hilang ketika mereka mendengar suara tangisan dan menggunakan senter dari ponsel dan kamera untuk mencarinya.

"Dia menangis 'angkat saya'," kata kerabat laki-laki itu.

Ayah Rayan, Khaled Oram mengatakan dia sedang memperbaiki sumur ketika anaknya tercebur.

Operasi penyelamatan terhalang batu dan ancaman longsor. Tim penyelamat menggunakan seutas tali untuk mengirim oksigen dan air ke bocah tersebut juga sebuah kamera untuk memantau kondisinya.

Selama tiga hari, tim SAR menggunakan buldoser untuk menggali parit paralel ke arah sumur tersebut. Lalu pada Jumat, mereka mulai menggali terowongan horizontal untuk menjangkau bocah tersebut.

Kepala komite penyelamat, Abdelhadi Temrani mengatakan, tim penyelamat hanya tinggal menggali 2 meter untuk mencapai lubang di mana bocah tersebut terperangkap.

"Para penggali menemukan sebuah batu dan karenanya sangat hati-hati untuk mencegah longsor atau retakan," ujarnya.

"Perlu waktu sekitar lima jam untuk menyingkirkan batu tersebut karena penggalian lambat dan dilakukan secara hati-hati untuk mencegah retakan di lubang tersebut dari bawah, yang bisa membahayakan nyawa anak itu juga tim penyelamat," jelasnya.

Penggalian berlangsung sulit karena takut tanah di sekitar sumur itu bisa runtuh menimpa ke bocah tersebut.

Sebelumnya Tamrani mengatakan sulit untuk memastikan kondisi Rayan karena kamera yang diturunkan ke dalam sumur untuk memantau kondisinya menunjukkan bocah itu sedang meringkuk. Namun dia berharap dapat menyelamatkan bocah itu dalam keadaan hidup.

Tubuh Rayan terbungkus selimut kuning saat dia muncul dari sebuah terowongan yang digali secara khusus untuk operasi penyelamatan. Dia berhasil diangkat pada Sabtu malam. Dia kemudian dibawa oleh ambulans menuju helikopter untuk dibawa ke rumah sakit terdekat. Tak lama, istana kerajaan mengeluarkan pernyataan mengonfirmasi kematiannya.

Rekomendasi