Mantan pemimpin Kazakhstan, Nursultan Nazarbayev membantah terlibat konflik dengan penggantinya pada Selasa, dalam kemunculan perdananya sejak kerusuhan pecah di negara Asia Tengah itu yang memicu rumor soal perebutan kekuasaan.
"Presiden Kassym-Jomart Tokayev memiliki kekuasaan penuh," ujarnya, menyebut penggantinya tersebut.
"Tidak ada konflik atau konfrontasi antara para elit," lanjutnya, dikutip dari laman Al Arabiya, Rabu (19/1).
Dia mengatakan, sejak 2019, ketika dia menyerahkan kekuasaan kepada Tokayev, dia telah menjadi seorang "pensiunan".
"Saya sekarang istirahat dengan layak di ibu kota Kazakhstan dan tidak pergi ke manapun," jelasnya.
Nazarbayev (81), adalah presiden pertama Kazakhstan setelah merdeka dari Uni Soviet. Dia menghilang sejak unjuk rasa yang tidak pernah terjadi sebelumnya di negara itu awal bulan ini yang kemudian berujung kekerasan.
Banyak kemarahan diarahkan kepada Nazarbayev, yang memerintah Kazakhstan sejak 1989 sebelum menyerahkan kekuasannya. Nazarbayev diyakini tetap memegang kendali dari balik layar di negara tersebut.