Pengacara keluarga dari tunangan narablog asal Amerika Serikat Gaby Petito, Brian Laundrie, dalam pernyataannya mengatakan Laundrie mati bunuh diri.
Laundrie sempat kembali dari perjalanannya tanpa Gaby Petito dan kemudian mayatnya ditemukan di Negara Bagian Wyoming.
Jenazah Laundrie diidentifikasi bulan lalu lewat catatan giginya. Dia sebelumnya dicari oleh aparat keamanan dan publik selama lebih dari sebulan sebelum mayatnya ditemukan.
Polisi menyebut Laundrie adalah orang yang dicurigai atas kematian Gaby Petito bulan lalu.
"Chris dan Roebrta Laundrie sudah diberitahu mengenai penyebab kematian Laundrie yaitu luka tembakan dan itu adalah bunuh diri," kata pengacara keluarga, seperti dilansir laman BBC, Rabu (24/11).
"Chris dan Roberta masih berduka atas kehilangan putra mereka dan berharap pencarian ini dihentikan bagi kedua keluarga," kata Steven Bertolino kepada ABC Action News.
Kasus hilangnya Petito, 22 tahun, dan Laundrie, 23 tahun, menjadi sorotan di AS.
Pasangan itu mendokumentasikan perjalanan mereka dengan kendaraan van mengunjungi sejumlah taman nasional lewat media sosial.
Orang tua Petito melaporkan putrinya hilang pada 11 September setelah mereka tidak bisa menghubunginya. Mayat Petito kemudian ditemukan di Wyoming, lokasi pasangan itu sebelumnya pada 19 September. Seorang ahli koroner kemudian menyatakan dia mati karena dicekik.
Kemudian diketahui Laundrie sudah kembali ke Florida tanpa Petito pada 1 September. Keluarga Petito memohon agar Laundrie dan keluarganya mau bekerja sama dengan tim penyelidik, tapi Laundrie kemudian menghilang.
Orang tua Laundrie mengatakan kepada polisi mereka terakhir melihat putranya pada 13 September untuk pergi hiking dan tidak pernah kembali.
Mayatnya kemudian ditemukan di sebuah taman di Florida pada 20 Oktober.