PM Belanda Sebut Para Perusuh “Idiot” Setelah Demo Tolak Pembatasan Covid Rusuh

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte pada Senin mengecam perusuh dan menyebutnya "idiot" setelah mereka mengamuk di kota-kota di seluruh Belanda akhir pekan ini saat demo menolak pembatasan virus corona berujung rusuh.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
PM Belanda Sebut Para Perusuh “Idiot” Setelah Demo Tolak Pembatasan Covid Rusuh
Mark Rutte. ©quotationof

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte pada Senin mengecam perusuh dan menyebutnya "idiot" setelah mereka mengamuk di kota-kota di seluruh Belanda akhir pekan ini saat demo menolak pembatasan virus corona berujung rusuh.

Dalam tiga malam kerusuhan itu, polisi telah menangkap lebih dari 100 orang dan pada Jumat, polisi melepaskan tembakan ke perusuh di Rotterdam.

"Ini adalah kekerasan murni yang disamarkan sebagai demo," jelas PM Rutte, dikutip dari Reuters, Selasa (23/11).

"Ada banyak keresahan di masyarakat karena kita telah lama berhadapan dengan penderitaan corona. Tapi saya tidak akan pernah menerima orang idiot yang menggunakan kekerasan murni hanya karena mereka tidak bahagia."

Pada Minggu, sekitar 30 orang ditangkap menyusul puluhan penangkapan dua hari sebelumnya, ketika gerombolan pemuda membakar dan melemparkan batu.
Kelompok berpakaian hitam melempari mobil polisi dengan batu, dan di Den Haag sebuah batu dilemparkan melalui kaca depan ambulans yang mencoba membawa pasien ke rumah sakit.

Kekerasan dimulai di Rotterdam pada Jumat malam, dalam unjuk rasa menolak rencana pemerintah melarang warga yang belum divaksinasi dari tempat umum yang kemudian dengan cepat berubah menjadi kekerasan.

Meskipun beberapa tindakan lockdown diberlakukan kembali di Belanda pada 13 November, infeksi Covid mengalami lonjakan. Hal ini memaksa rumah sakit mengurangi pasien perawatan rutin, dan menekan pemerintah untuk memastikan perawatan tetap tersedia untuk semua kasus yang mendesak.

Kepala asosiasi rumah sakit Belanda untuk perawatan kritis LNAZ, Ernst Kuipers, mengatakan pasien Belanda pertama akan dipindahkan ke ICU di Jerman untuk mengurangi tekanan yang dihadapi rumah sakit Belanda.

Otoritas kesehatan Belanda pada Senin melaporkan lebih dari 23.000 infeksi virus corona baru dalam 24 jam, jumlah tertinggi kedua sejak awal pandemi.

Menteri Kesehatan Hugo de Jonge menekankan negara itu "jauh" dari skenario terburuk, di mana rumah sakit tidak akan memiliki cukup ruang ICU untuk setiap pasien yang membutuhkan. Namun, kata de Jonge, pemerintah akan mempertimbangkan lebih banyak pembatasan jika infeksi dan rawat inap terus meningkat.

Rekomendasi