Armenia pada Selasa melaporkan sedikitnya satu tewas dalam bentrokan perbatasan dengan tentara Azerbaijan, setahun setelah musuh bebuyutan itu berperang memperebutkan wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan.
Bentrokan perbatasan ini menjadi pertarungan terburuk sejak lebih dari 6.500 orang tewas dalam konflik 44 hari terkait daerah Nagorno-Karabakh tahun lalu. Konflik itu berakhir setelah Rusia memfasilitasi kesepakatan gencatan senjata yang membuat Armenia menyerahkan sebagian besar wilayah yang telah dikuasainya selama beberapa dekade itu.
Kementerian Pertahanan Armenia pada Selasa melaporkan korban tewas dan terluka di antara pasukannya “setelah serangan pasukan Azerbaijan.” Disebutkan juga pasukan Azeri telah menangkap beberapa tentara Armenia termasuk dua pos militer.
Kementerian kemudian melaporkan pada malam hari, Rusia menengahi diakhirinya permusuhan, menyebut situasi menjadi relatif stabil. Disebutkan juga sedikitnya satu teknisi militer tewas dalam bentrokan tersebut, seperti dikutip dari France 24, Rabu (17/11).
Sebelumnya pada Selasa, kedua belah pihak saling tuduh memulai pertempuran di sepanjang wilayah perbatasan yang disengketakan, di mana Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengklaim “tentara Armenia menyerang pos Azerbaijan di distrik Kelbajar dan Lachin".
Tentara Azerbaijan, lanjutnya, “menghentikan pergerakan musuh, mengepung dan menangkap anggota teknisi Armenia,” seraya menambahkan dua dari tentaranya terluka.
Advertisement
Prancis, rumah bagi populasi terbesar Armenia Eropa, mengungkapkan kekhawatirannya terkait bentrokan Selasa, mendesak kedua belah pihak menghormati kesepakatan gencatan senjata pada November 2020.
Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan dalam sebuah pernyataan, pihaknya dikhawatirkan oleh laporan terkait penggunaan senjata berat “yang telah menyebabkan banyak kematian, khususnya di pihak Armenia”.
Sebelum pengumuman gencatan senjata, Armenia meminta dukungan militer dari sekutunya, Rusia, berdasarkan pakta Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif, yang mewajibkan Moskow melindungi Armenia dari invasi asing. Rusia menanggap dengan meminta kedua belah pihak saling menahan diri.
Sejak perang tahun lalu, baik Armenia dan Azerbaijan telah melaporkan baku tembak, memicu ketakutan memanasnya konflik di wilayah yang disengketakan itu.
Pada Minggu, kedua negara saling tuding mengeluarkan tembakan di perbatasan mereka dekat Karabakh. Sehari sebelumnya, pihak berwenang Nagorno-Karabakh mengatakan satu-satunya jalan yang menghubungan Armenia dengan wilayah separatis – Koridor Lachin – ditutup sebentar karena insiden antara kedua belah pihak,
Separatis etnis Armenia di Nagorno-Karabakh mengeluarkan diri dari Azerbaijan ketika Uni Soviet pecah pada 1991, dan konflik tersebut telah menelan 30.000 nyawa.