Jurnalis Afghanistan Tewas dalam Sebuah Ledakan Bom di Kabul

Ledakan itu terjadi sehari setelah tiga orang tewas dan 15 luka-luka akibat bom di sebuah masjid Nangarhar saat berlangsung salat Jumat.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Jurnalis Afghanistan Tewas dalam Sebuah Ledakan Bom di Kabul
Ledakan bom di Kabul, Afghanistan, tewaskan seorang jurnalis. ©Twitter @Natsecjeff

Seorang wartawan Afghanistan terkenal tewas dan empat orang lainnya terluka pada Sabtu (13/11) saat sebuah bom meledak, menghancurkan sebuah minibus di dekat pos pemeriksaan Taliban di Kabul, jelas pemantau media dan pejabat.

"Sayangnya kami kehilangan reporter lainnya," kata Pusat Jurnalis Afghanistan di Twitter beberapa jam setelah ledakan, menyebut Hamid Seighani, yang bekerja untuk jaringan televisi Ariana, tewas dalam ledakan itu.

Istri Seighani, yang juga seorang jurnalis, menyampaikan kabar duka tersebut melalui akun Facebooknya.

"Saya kehilangan Hamid,” tulisnya seperti dilansir dari Al Arabiya, Minggu (14/11).

Sebuah rumah sakit terdekat memasang pemberitahuan yang mengatakan satu orang tewas dan empat terluka. Juru bicara Taliban Zabihullan Mujahid menyampaikan di Twitter, satu orang tewas dan dua terluka.

Ledakan itu terjadi sehari setelah tiga orang tewas dan 15 luka-luka akibat bom di sebuah masjid Nangarhar.

Menurut kantor berita AFP, insiden itu terjadi di Dasht-e Barchi, pinggiran Kabul yang didominasi h anggota komunitas Hazara yang sebagian besar Syiah, yang selama bertahun-tahun telah menjadi sasaran kekerasan kelompok teroris ISIS.

Sejak Taliban kembali berkuasa pada 15 Agustus, puluhan bom telah meledak di provinsi Nangarhar timur - sarang aktivitas ISIS - tetapi ibu kota Kabul sebagian besar telah lolos dari kekerasan semacam itu.

"Saya berada di mobil dan ledakan terjadi di kendaraan di depan kami," kata seorang saksi mata kepada AFP.

"Mobil itu benar-benar terbakar."

Reporter Magang: Ramel Maulynda Rachma

Rekomendasi