Duterte Beri Selamat kepada Jurnalis Pengkritiknya yang Raih Nobel Perdamaian

Komite Nobel Norwegia memutuskan Nobel Perdamaian 2021 diberikan kepada dua jurnalis yaitu Maria Ressa dari Filipina dan Dmitry Muratov dari Rusia.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Duterte Beri Selamat kepada Jurnalis Pengkritiknya yang Raih Nobel Perdamaian
maria ressa. ©AFP

Kantor Presiden Filipina Rodrigo Duterte hari ini memberi selamat kepada jurnalis Maria Ressa karena memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian. Duterte menyebutnya sebagai "kemenangan bagi seorang Filipina" yang membuatnya senang.

Komite Nobel Norwegia memutuskan Nobel Perdamaian 2021 diberikan kepada dua jurnalis yaitu Maria Ressa dari Filipina dan Dmitry Muratov dari Rusia. Komite Nobel memutuskan, keduanya layak diberikan penghargaan bergengsi ini karena upaya mereka melindungi kebebasan berekspresi, yang menjadi prasyarat tegaknya demokrasi dan perdamaian abadi.

"Ini adalah kemenangan bagi seorang Filipina dan kami sangat senang akan hal itu," jelas juru bicara kepresidenan Harry Roque pada konferensi pers rutin ketika ditanya apa arti penghargaan itu bagi pemerintah.

Ressa kerap dikenal sebagai sosok yang mengungkap penyalahgunaan kekuasaan, penggunaan kekerasan dan meningkatnya otoritarianisme di negara asalnya, Filipina. Pada 2012, Maria Ressa ikut mendirikan Rappler, perusahaan media digital yang fokus pada jurnalisme investigasi. Sampai saat ini Maria Ressa menjadi CEO Rappler.

Dilansir dari laman The Star, Senin (11/10), Ressa telah menghadapi berbagai tantangan hukum di pengadilan terkait dengan pelaporan investigasi Rappler mengenai pemerintah Duterte, perang berdarahnya terhadap narkoba, dan menggunakan media sosialnya untuk menargetkan lawan.

"Tentu saja benar ada individu yang merasa Maria Ressa masih harus membersihkan namanya di depan pengadilan," jelas Roque.

Duterte menyebut Rappler, yang diluncurkan pada 2012, sebagai "media berita palsu dan alat dari Badan Intelijen Pusat AS (CIA). Tuduhan itu semua sudah dibantah oleh Ressa.

Penghargaan tersebut dipuji oleh banyak orang di Filipina, dengan kritikus mengatakan itu adalah teguran terhadap Duterte -yang sering mengkritik Rappler.

Itu adalah Hadiah Nobel Perdamaian pertama untuk Filipina dan yang pertama bagi jurnalis sejak Carl von Ossietzky dari Jerman memenangkannya pada tahun 1935. Kremlin memberi selamat kepada Muratov pada hari Jumat, menggambarkan jurnalis investigasi berbakat dan berani.

Ditanya pada hari Senin apa pesannya untuk Duterte, Ressa mendesaknya untuk tidak mengejar pendekatan memecah belah dan menaklukkan.

"Saya mohon, satukan bangsa ini. Jangan pisahkan kami," jelasnya dalam wawancara dengan saluran berita ANC.

Reporter magang: Ramel Maulynda Rachma

Rekomendasi