Aljazair Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Maroko Dipicu “Tindakan Bermusuhan”

Hubungan Maroko dan Aljazair mengalami ketegangan selama beberapa dekade, terutama karena masalah Sahara Barat.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Aljazair Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Maroko Dipicu “Tindakan Bermusuhan”
Bendera Aljazair dan Maroko. ©Farouk Batiche/AFP

Aljazair memutuskan hubungan diplomatik dengan Maroko, menuduh tetangganya melakukan "tindakan bermusuhan". Keputusan ini disampaikan Menteri Luar Negeri Aljazair, Ramdane Lamamra.

Hubungan Maroko dan Aljazair mengalami ketegangan selama beberapa dekade, terutama karena masalah Sahara Barat.

“Aljazair telah menetapkan untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Kerajaan Maroko mulai hari ini,” jelas Lamamra dalam konferensi pers pada Selasa.

“Kerajaan Maroko tidak pernah menghentikan tindakan bermusuhannya terhadap Aljazair,” lanjutnya, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (25/8).

Lamamra menambahkan, pemutusan hubungan diplomatik ini mulai berlaku sejak Selasa (24/8), tapi konsulat masing-masing negara akan tetap buka.

Kementerian Luar Negeri Maroko belum bisa dihubungi untuk dimintai komentarnya terkait hal ini.

Sebelumnya Raja Mohammed VI telah meminta hubungan kedua negara ditingkatkan.

Aljazair pekan lalu mengatakan kebakaran hutan yang mematikan dilakukan kelompok yang diberi label "teroris", salah satunya didukung Maroko.

Kebakaran hutan di Aljazair, yang mulai pada 9 Agustus di tengah gelombang panas yang menyengat, membakar puluhan ribu hektar hutan dan menewaskan sedikitnya 90 orang, termasuk lebih dari 30 tentara.

Pihak berwenang Aljazair menuding kebakaran disebabkan gerakan kemerdekaan di Berber wilayah Kabylie, yang membentang di sepanjang pantai Mediterania timur ibu kota, Aljir.

Pihak berwenang juga menuduh Gerakan Penentuan Nasib Sendiri Kabylie (MAK) terlibat dalam pembunuhan seorang pria yang dituduh melakukan pembakaran, sebuah insiden yang memicu kemarahan.

Pekan lalu Aljir menuduh Rabat mendukung MAK, yang ditetapkan sebagai organisasi teroris.
Aljazair pekan lalu menuduh Rabat mendukung MAK, yang diklasifikasikan sebagai “organisasi teroris”.

“Tindakan permusuhan yang terus-menerus dilakukan oleh Maroko terhadap Aljazair telah mengharuskan peninjauan kembali hubungan antara kedua negara,” kata sebuah pernyataan kepresidenan pekan lalu.

Pernyataan itu juga menyebutkan akan ada "peningkatan kontrol keamanan di perbatasan barat" dengan Maroko.

Perbatasan antara Aljazair dan Maroko telah ditutup sejak 1994.

Aljazair mendukung gerakan Polisario yang menuntut kemerdekaan untuk Sahara Barat, yang dianggap Maroko sebagai bagian dari wilayahnya sendiri.

Rekomendasi