Inggris Cabut Pembatasan Covid Walaupun Ilmuwan Peringatkan Lonjakan Kasus

Pemerintah Inggris mencabut pembatasan Covid-19, menghapus aturan jarak sosial walaupun dikecam para ilmuwan dan partai-partai oposisi, yang dinilai sebagai langkah berbahaya.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Inggris Cabut Pembatasan Covid Walaupun Ilmuwan Peringatkan Lonjakan Kasus
Inggris kembali berlakukan lockdown. ©OLI SCARFF/AFP

Pada Senin, pemerintah Inggris mencabut pembatasan Covid-19, menghapus aturan jarak sosial walaupun dikecam para ilmuwan dan partai-partai oposisi, yang dinilai sebagai langkah berbahaya.

Mulai Minggu dini hari, klub malam bisa beroperasi kembali dan tempat-tempat dalam ruangan lainnya diizinkan beroperasi dengan kapasitas penuh, sementara aturan kewajiban pemakaian masker dan bekerja dari rumah dicabut.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson - yang melakukan isolasi mandiri diri setelah Menteri Kesehatan Inggris terinfeksi virus corona - mendesak masyarakat untuk tetap berhati-hati dan segera divaksinasi sepenuhnya.

PM Johnson membela langkah ini, walaupun ilmuwan khawatir setelah tingkat infeksi harian di Inggris mencapai 50.000, hanya di belakang Indonesia dan Brasil.

"Jika kita tidak melakukannya sekarang, kita harus bertanya pada diri sendiri, kapan kita akan melakukannya? Jadi ini adalah saat yang tepat, tetapi kita harus melakukannya dengan hati-hati," ujar PM Johnson, dikutip dari AFP, Senin (19/7).

Juru bicara bidang kesehatan Partai Buruh, Jonathan Ashworth, mengatakan pemerintah "sembrono", senada dengan para ahli yang mengatakan pembukaan kembali membahayakan kesehatan global.

"Kami menentang pembukaan tanpa tindakan pencegahan apa pun," kata Ashworth kepada BBC, yang secara khusus menyerang rencana pemerintah terkait masker.

Setelah keberhasilan program vaksinasi, pemerintah mengatakan risiko apa pun terhadap perawatan di rumah sakit dapat ditangani.

Tetapi profesor Neil Ferguson dari Imperial College London memperingatkan Inggris berada di jalur risiko 100.000 kasus per hari, karena varian Delta Covid tidak terkendali.

Rekomendasi