Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyampaikan, lebih dari 450.000 orang di Arab Saudi telah mendaftar ibadah haji tahun ini dalam waktu 24 jam sejak platform pendaftaran dibuka.
“Jalur digital menerima lebih dari 450.000 pendaftaran ibadah haji, termasuk penduduk dan warga negara lain, dalam waktu 24 jam pembukaan pendaftaran,” jelasnya dalam sebuah infografik pada Selasa, dikutip dari Al Arabiya, Rabu (16/6).
Menurut pengumuman tersebut, 60 persen pendaftar merupakan laki-laki dan 40 persen perempuan.
Untuk pertama kalinya Arab Saudi mengizinkan perempuan mendaftar haji tanpa mahram atau pendamping laki-laki.
“Mereka yang berharap melaksanakan ibadah haji harus mendaftar secara individu. Perempuan bisa mendaftar tanpa mahram bersama dengan perempuan lain,” jelas kementerian ini.
Tahun ini, negara kerajaan ini membatasi jumlah jemaah haji sebanyak 60.000 dan hanya untuk penduduk serta warga negara lain yang tinggal di Saudi. Pembatasan dilakukan seperti musim haji tahun lalu karena pandemi virus corona yang masih berlangsung.
Mereka yang berusia antara 18 sampai 65 tahun dan telah divaksinasi penuh, telah menerima dosis pertama vaksin sedikitnya 14 hari sebelumnya, atau mereka yang telah divaksinasi dan telah sembuh dari Covid-19 diizinkan untuk mendaftar.
Portal pendaftaran diluncurkan pada 13 Juni pukul 13.00 waktu setempat, sementara tidak disediakan prioritas untuk pendaftaran awal.
“Kementerian Haji dan Umrah mengonfirmasi bahwa pemerintah Kerajaan Arab Saudi selalu memprioritaskan keselamatan, kesehatan, dan keamanan jemaah,” tulis Biro Pers Saudi (SPA) dalam laporannya.