Jet Tempur Paksa Pesawat Komersil Mendarat, Apa yang Terjadi di Belarusia?

Pesawat Ryanair yang terbang dari Athena menuju Vilnus, Lithuania, dipaksa mendarat ke Minsk dengan ancaman akan ditembak. Tujuan dari pemaksaan itu adalah untuk menangkap seorang jurnalis bernama Roman Protasevich, 26 tahun, yang dikenal vokal menentang pemerintah.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Jet Tempur Paksa Pesawat Komersil Mendarat, Apa yang Terjadi di Belarusia?
roman protasevich. ©Reuters

Belarusia menjadi sorotan dunia akhir pekan kemarin setelah pesawat jet tempur negara itu memaksa pesawat komersial Ryanair untuk mendarat di Ibu Kota Minks. Sejumlah negara Barat menilai peristiwa itu sebagai bentuk pembajakan negara yang dipimpin Presiden Alexander g Lukashenko.

Insiden kemarin terjadi kurang dari setahun setelah aparat keamanan menindak keras rakyat Belarusia yang memprotes hasil pemilu yang menurut banyak pemerintah Barat dicurangi.

Pesawat Ryanair yang terbang dari Athena menuju Vilnus, Lithuania, dipaksa mendarat ke Minsk dengan ancaman akan ditembak. Tujuan dari pemaksaan itu adalah untuk menangkap seorang jurnalis bernama Roman Protasevich, 26 tahun, yang dikenal vokal menentang pemerintah. Dalam sebuah video yang dirilis pemerintah Belarusia, dia mengaku berperan dalam mengorganisir unjuk rasa tahun lalu, namun sejumlah temannya menilai pengakuan Protasevich itu dilakukan di bawah ancaman.

Bagaimana sebetulnya situasi di Belarusia? Ikuti penjelasan singkat berikut, seperti dilansir laman the New York Times, Rabu (26/5).

Siapa presiden Belarusia?

Alexander Lukashenko terpilih dalam pemilu 1994. Para pengamat internasional meyakini pemilu itu berlangsung bebas dan adil dan dia pun mendapat dukungan luas dari rakyat Belarusia. Namun situasi saat ini sulit untuk mengatahui seberapa populer dia sekarang setelah sejumlah survei independen dianggap ilegal dan survei dari pemerintah seringkali dirahasiakan.

Banyak pengamat internasional menilai pemilu terakhir penuh kecurangan. Dalam pemilu Agustus tahun lalu pemerintah mengumumkan Lukashenko meraup 80 persen suara, kondisi yang agak sulit diterima di tengah memburuknya situasi ekonomi dan kacaunya penanganan pandemi. Sejumlah pemimpin oposisi yang jadi kandidat juga dipenjara atau diasingkan dan pemantau pemilu asing dilarang.

Pada 2005 Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice menyebut Belarusia adalah satu-satunya pemerintahan diktator tersisa di jantung Eropa. Hubungan Belarusia dan AS serta sejumlah negara Barat lainnya kemudian menegang. Rusia selama ini memberi dukungan kuat kepada Lukashenko sejak pemilu tahun lalu.

Siapa Roman Protasevich, jurnalis yang ditahan?

Protasevich adalah sosok salah satu pendiri dan mantan editor saluran Nexta di Telegram, aplikasi perpesanan di ponsel yang dipakai pengunjuk rasa untuk berbagai informasi dan menggalang demonstrasi.

Setelah bertahun-tahun bekerja sebagai jurnalis lepas dia melarikan diri ke Lithuania pada 2019. Dia kemudian menjadi tokoh oposisi kunci yang bekerja untuk Nexta. Protasevich menjadi kian terlibat dalam kegiatan demonstrasi di jalanan setelah pemilu Agustus lalu.

Pada November jaksa Belarusia mendakwanya dengan pasal larangan menggalang unjuk rasa yang melanggar ketertiban umum dan aparat keamanan memasukkannya dalam daftar teroris.

Apa yang terjadi pada unjuk rasa?

Tiga hari setelah pemilu pada 9 Agustus 2020, polisi membubarkan unjuk rasa damai dengan tembakan gas air mata, granat kejut, peluru karet dan pemukul. Sambungan internet juga di sebagian besar wilayah diputus.

Sepekan setelah pemilu sekitar puluhan ri bu demonstran--sebagian menyebut 200.000--berkumpul di tengah Ibu Kota Minsk dan menyerukan Lukashenko untuk mundur. Ribuan demonstran ditangkap dan sejumlah video memperlihatkan aparat memukuli demonstran memicu kemarahan. Sebagian demonstran melemparkan batu kepada aparat keamanan.

Demonstrasi berlanjut hingga berbulan-bulan tapi tidak berhasil melengserkan Lukashenko. Februari lalu dua jurnalis dihukum dua tahun penjara karena meliput demonstrasi. Senin lalu Lukashenko menandatangani peraturan yang kian membatasi media.

Bagaimana sikap Presiden AS Joe Biden?

Menteri Luar Negeri Yunani menyebut insiden pemaksaan pesawat komersil itu sebagai "pembajakan negara". Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki mengatakan insiden itu adalah "terorisme negara".

Presiden AS Joe Biden menyerukan Protasevich segera dibebaskan dengan mengatakan penangkapan jurnalis dan video pengakuannya itu adalah "serangan memalukan bagi kebebasan pers dan kebebasan politik pengkritik pemerintah."

Rekomendasi